Ajarkan Seni Tari Topeng lewat Daring

Ajarkan Seni Tari Topeng lewat Daring

INDRAMAYU- Aerli Rasinah melalui Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah terus mengajarkan dan melatih anak-anak tentang tari topeng Indramayu. Bahkan di tahun 2016, sanggarnya bekerjasama dengan PT Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) mengadakan kegiatan bertajuk Pendidikan, Pelatihan, dan Pembinaan Karakter Sanggar Tari Mimin Rasinah.

“Dimulai awal tahun 2016. Saat itu ada program CSR dari Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field, kita berkolaborasi menggelar pelatihan tari topeng langsung terjun ke sekolah-sekolah, mengenalkan kesenian tari topeng, mengajarkan bagaimana tekniknya kepada pada para siswa,” kata Aerli yang merupakan cucu dari Mimi Rasinah ini saat ditemui Radar Indramayu di sanggarnya, belum lama ini.

Dalam menjalankan program tersebut, Aerli mengatakan, dalam setahun sanggar tari topeng telah membina para siswa dari 10 sekolahan dasar (SD) yang ada di daerah sekitaran ring satu PT Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field.

“Kegiatan sebagai langkah kolaborasi melestarikan budaya dan kesenian daerah Kabupaten Indramayu, tari topeng yang merupakan kearifan lokal sehingga program ini semakin banyak anak-anak yang masih bersekolah di bangku sekolah dasar (SD),” ujarnya.

Dijelaskannya, selama 4 tahun menjalankan program CSR dari PT Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field sejak tahun 2016 sampai 2019, Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah berhasil melatih sedikitnya 1000 siswa tingkat sekolah dasar (SD).

Berkat perjuangan Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah dalam melastarikan kesenian daerah, mereka memperoleh apresiasi dari PT Pertamina tingkat pusat sebagai juara pertama dalam ajang Pertamina Award kategori pendidikan.

 “Alhamdulillah, berkat kerja sama yang kita bangun, Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah menjadi juara satu kategori pendidikan diajang Pertamina Award 2016, dan kami juga akui berkat program CSR Pertamina EP banyak membawa pada perubahan fisik bangunan sanggar, terutama telah dibangun galeri topeng, dan fasilitas ornamen konstum,” ujarnya.

Bahkan di saat pandemi corona awal tahun 2020, Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field kembali mendorong Sanggar Tari Topeng kembali menunjukan eksistensinya dengan menggandeng National Geographic Indonesia, menggelar pertunjukan tari topeng secara daring (online) yang bertajuk Rasinah Balik Maning. “Kami bisa tampil lagi meskipun secara daring, tapi bisa ditonton ratusan sampai ribuan orang di dalam maupun luar negeri,” ujar Aerli.

Konseptor Tari Topeng, Ade Jayani mengatakan, dalam mengemban tugas melestarikan kesenian Tari Topeng Indramayu, pihaknya selalu memikirkan bagaimana agar anak-anak bisa tertarik dan mau tertarik mempelajari tari topeng.

Diakuinya, Pertamina EP Asset 3 Jatibarang banyak membantu pergerakan pelestarian budaya dan seni di sanggarnya, bukan saja membantu membangun geleri topeng, dan fasilitas penunjang latihan bagi anak binaan.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah, Edi Supriyadi mengungkapkan berkat dukungan Pertamina EP, dan program di masa pandemi yang mengadakan geliat budaya secara daring menggandeng para seniman untuk pentas secara vitual dengan membawakan tema-tema pertunjukan yang berbeda-beda setiap pekannya.

Terpisah, Communication Relation and CID CSR Pertamina EP Regional II Zona 7 Cirebon, Duddy Muzahid mengungkapkan, pelestarian budaya menjadi salah satu perhatian dari Pertamina EP. Salah satunya, dengan mendukungan langkah Yayasan Sanggar Tari Mimi Rasinah di Desa Pekandangan, Kecamatan Kabupaten Indramayu yang merupakan mitra binaannya. Pertamina EP berharap eksistensi tari topeng dapat terus bertahan di masa pandemi, hingga masa pandemi berakhir dan bisa kembali pentas.  (oni)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: