HFN Sukses Gelar Movie Day 2022
INDRAMAYU-Sempat mandek gegara pandemi Covid-19. Hari Film Nasional (HFN) kembali diperingati civitas akademika SMK Negeri 1 Anjatan.
Bertajuk Movie Day 2022, rangkaian acara yang diadakan selama dua hari (30-31/3) itu berlangsung semarak. Dengan tetap memenuhi protokol kesehatan pencegahan dan penularan wabah virus corona.
Mulai dari nonton film bareng karya siswa, pekan kewirausahaan siswa berupa bazar dan produk kreativitas siswa. Kemudian dilaksanakan pameran yang diisi workshop dan casting film.
“Alhamdulillah, Moving Day 2022 berlangsung semarak dan sukses,” kata Kepala SMKN 1 Anjatan Taufik Rohmanuddin SPd Meng didampingi wakil kepala sekolah bidang manajemen mutu sekaligus event director, Imam Maulana SPd, kemarin.
Apresiasi tidak hanya datang dari para pengunjung yakni pelajar SMP/MTs diwilayah barat Kabupaten Indramayu.
Tetapi juga Camat Anjatan, Rory Firmansyah SSTP MSi yang sengaja hadir sekaligus meresmikan Jembatan Barokah (Jembar) Parwis.
Bahkan, Camat Rory memberikan panggung kepada siswa jurusan seni broadcasting dan film untuk memutar karya filmnya di Taman Pusat Jajan Anjatan (Pujaan) sehingga bisa ditonton oleh publik.
Bukan tanpa sebab. Karya film siswa yang dibimbing kepala program studi keahlian, Eka Jati Ashari, SSn itu tidak hanya memberikan hiburan. Namun memiliki sarat pesan yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Imam Maulana menjelaskan, HFN diperingati setiap 30 Maret. Tanggal tersebut diambil dari pertama syuting film Darah dan Doa, karya Bapak Perfilman Indonesia Usmar Ismail pada 1950 silam.
“Momen HFN ini dijadikan ajang kreatifitas siswa dan memberikan fasilitas bagi sineas muda,” kata dia.
SMKN 1 Anjatan tambah dia, sejak lama menjadi salah satu sekolah yang membuka kompetensi produksi film. Oleh Pusat Pengembangan Perfilman, Kemendikbud, SMK Parwis ini dibidik menjadi salah satu dari 24 SMK se-Indonesia untuk membukanka jurusan perfilman.
Tujuannya menampung tingginya peminat industri perfilman di kalangan milineal Indonesia serta guna menjawab kebutuhan tenaga kerja dunia perfilman. Sebab dipandang industri film masih kekurangan tenaga teknis yang sesuai kebutuhan dan standar kualifikasi.
Pada tahun pelajaran 2018/2019, SMKN 1 Anjatan pun secara perdana membuka keahlian kompetensi film yang masih menginduk pada Program Studi Keahlian Seni Broadcasting dan Film. (kho)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

