Satu Keluarga Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni

Satu Keluarga Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni

INDRAMAYU-Nasib kurang beruntung dialami satu keluarga di Blok Gajlek, Desa Ujungaris, Kecamatan Widasari. Adalah Nuridin (44) bersama sang istri, Katira dan keempat anaknya harus tinggal di rumah tidak layak huni (rutilahu).

Selain tembok penuh lubang, dan pintu rumah hampir lepas, kondisi di dalam rumah juga masih beralaskan tanah dalam kondisi becek setelah diguyur hujan karena atap rumah juga bocor.

Nuridin yang berprofesi sebagai tukang becak ini mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisi rumahnya saat ini. Pasalnya, penghasilan yang tidak menentu tidak untuk memperbaiki kondisi rumahnya. “Sebagai tukang becak kadang dapat uang kadang tidak. Kalau musim panen ya ikut kerja jadi kuli serabutan. Untuk makan saja sulit apalagi renovasi rumah sehingga saya hanya bisa pasrah,” ujar Nuridin.

Namun, Nuridin tidak memungkiri telah mendapat bantuan rutilahu dari pemerintah desa dan bantuan jamban. “Kalau bantuan sih dapat. Sekarang yang tinggal di rumah hanya saya dan istri bersama dua anak, yang dua anak lagi tinggal bersama ponakan saja,” ujarnya.

BACA JUGA:

Sementara itu, Kepala Dusun Blok Gejleg Ipin  mengungkapkan untuk membantu keluarga Nuridin, Pemerintah Ujungaris telah memberikan bantuan berupa rutilahu dari desa dan bantuan jamban.

“Sebelumya lebih parah, sekarang jamban sudah terpisah. Rumah juga dulu pernah diperbaiki. Ya, tahu sendiri anggaran rutilahu desa berapa, kita juga pernah tawarkan pemasangan listrik dan rutilahu dari pusat tapi ditolak dengan alasan tidak ada biaya untuk persiapan swadaya, karena rutilahu penyalurannya berupa bahan material,” terangnya.

Namun, pihaknya saat ini sedang mengajukan kembali untuk bantuan rutilahu dari desa. “Lagi proses pengajuan semoga bisa kembali dapat rutilahu, dan sebenarnya bantuan PKH juga. Sebagai kepala dusun akan membantu warga yang tempat tinggalnya tidak layak huni,” pungkasnya. (oni)

BACA JUGA:

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: