Berantas Buta Aksara Sejak Dini
INDRAMAYU- Perpustakaan S16 ikut mendorong pemberantasan buta aksara sejak dini untuk meningkatkan indeks pembangunan masyarakat (IPM) di Indramayu.
Hal itu dilakukan Perpustakaan S16 melalui program membaca, menulis, dan menghitung (calistung) dan baca tulis Alquran selama bulan Ramadan.
Owner Perpustakaan S16, Ahmad Khoeri SPd menyebutkan pemberantasan buta aksara sejak dini, atau melek aksara sejak dini menjadi program pendidikan dari Perpustakaan S16 yang dikhususkan bagi anak usia TK dan SD.
Hal itu dilakukan sebagai upaya membantu sekolah saat proses pembelajaran di masa pandemi, sehingga siswa bisa menguasai calistung dan baca tulis Alquran.
“Alhamdulillah, seiring perkembangan banyak siswa TK dan SD dari Desa Legok, Bojongslawi, dan Leuwigede sendiri sudah banyak yang datang, semuanya mayoritas siswa SD kelas 1 sampai 3,” katanya kepada Radar Indramayu, Minggu (10/4).
Disampaikan Khoeri, pemberian pembelaran calistung dan membaca dan menulis Alquran sangatlah penting, karena hal itu merupakan kemampuan dasar harus dimilik sejak dini.
“Dengan kemampuan inilah kemampuan kecerdasan anak-anak bisa terus berkembang,” katanya.
Diakuinya, masa pandemi berdampak berat bagi kemahiran calistung siswa, meski dengan solusi belajar secara daring dan luring.
“Dua tahun berturut-turutkan siswa baru belajar secara daring dan luring, tapi tetap berdampak pada kemampuan siswa yang baru masuk sekolah, untuk itu kita bikin kegiatan sebelum dan dibulan ramadhan ini dengan ditambahkan dengan membaca dan menulis Alquran,” ujarnya.
Lebih lanjut, dikatakan Khoeri, kegiatan Perpustakaan S16 pada bulan Ramadan, masih fokus pada program berkelanjutan membantu sekolah dalam peningkatan kemampuan calistung dan baca tulis Alquran siswa.
“Selama Ramadan kita juga ada program membaca kalimat hikmat dalam menebar nasihat kebaikan, sehingga kita bisa menjadi pribadi yang baik, pribadi yang bermanfaat bagi orang lain dan lingkungannya,” tuturnya. (oni)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

