Benahi Lingkungan Sekolah, Bentuk Karakter Siswa
Nur Aisah SPd MPdI dipercaya menjadi kepala UPTD SMP Negeri 2 Haurgeulis. Pengalaman selama empat tahun lebih memimpin SMPN Satu Atap 2 Haurgeulis menjadi pelajaran bagi perempuan kelahiran 48 tahun lalu ini untuk mengatasai berbagai masalah yang kompleks ditempat tugasnya yang baru. Menjabat sejak 1 April 2022, perempuan yang akrab disapa Umi ini langsung membuat terobosan.
KHOLIL IBRAHIM, Haurgeulis
SEMANGAT dan motivasi baru. Itulah yang tertancap pada diri Nur Aisah memulai langkah-langkah yang harus menjadi prioritas utama untuk kemajuan SMPN 2 Haurgeulis atau sekolah yang dikenal dengan sebutan Gridalis.
Terobosan pertama yang diakukan yakni melakukan pembenahan lingkungan sekolah. Dimulai dari taman dan halaman yang sebelumnya yang ditumbuhi rumput-rumput tinggi. Ditata menjadi rapi, asri dan nyaman kembali. Dibantu oleh para tenaga pendidik dan kependidikan SMPN 2 Haurgeulis.
Langkah berikutnya, Nur Aisah kembali menegakkan disiplin yang sebenarnya memang sudah terbentuk. Dia meyakini, kedisiplinan siswa dan guru adalah modal utama untuk kemajuan Gridalis.
Alhasil, setelah lebih satu minggu bertugas di sekolah yang baru, sudah terlihat perubahan yang cukup signifikan. Diantaranya adalah taman sudah rapih, air mancur dan kolam ikan juga difungsikan kembali. Ruangan kepala sekolah dan guru dibuat nyaman dengan pemasangan AC sehingga kualitas bekerja lebih kondusif.
“Alhamdulillah, berkat dukungan dan bantuan teman-teman guru dan tenaga kependidikan di SMPN 2 Haurgeulis, pembenahan lingkungan sekolah mulai menampakkan hasil,” katanya kepada Radar Indramayu, kemarin.
Keakraban dan kekeluargaanpun dibangun dengan baik, hal ini adalah sudah menjadi kebiasaan Nur Aisah ketika masih menjabat di sekolah lama.
Pembentukan karakter kepada siswa-siswa juga dibangun kembali setelah sekian lama mereka berada dalam suatu kondisi yang sulit untuk terbentuknya karakter yang baik.
Budaya 5 S atau senyum, sapa, salam, sopan dan santun ditumbuhkan kembali. Siswa yang memasuki pintu gerbang sekolah dibiasakan bersalaman dengan guru atau petugas keamanan sekolah yang siap untuk menyambut kedatangan mereka ke sekolah.
Nur Aisah pun bersyukur, disela tugasnya memimpin SMPN 2 Haurgeulis dapat kembali menerbitkan buku yaitu ‘Mendekap Harapan dalam Impian’.
Buku yang baru terbit ini, lantas diberikan kepada Perpustakaan Daerah Kabupaten Indramayu, Perpustakaan Daerah Provinsi dan para penggemar baca buku secara gratis.
Kreativitas Nur Aisah dalam menulis ini membuat kagum beberapa pegiat literasi. Dari tangannya yang terampil karya-karyanya yang terbit berupa motivasi untuk anak-anak, remaja maupun dewasa.
Kegiatan Ummi Nur ini selain sebagai kepala sekolah dan penulis juga sebagai guru mengaji di Yayasan Pendidikan Islam Bina Al- Khoir Patrol. Yayasan yang dibentuk tahun 2019 ini mengadakan kegiatan mengaji secara gratis bagi semua kalangan. Nur Aisah yang juga pemilik Rumah Tahfidz ini bertekad ingin menjadi orang bermanfaat bagi umat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

