Musim Tanam Gadu, Jamin Kebutuhan Air Petani
KAWAL AIR: Pemdes Bongas bersama para petani megawal jadwal gilir air demi tersedianya pasokan air untuk persawahan, kemarin.--
Radarindramayu.id, BONGAS-Musim tanam gadu tahun ini, pasokan air irigasi untuk areal persawahan diwilayah Kecamatan Bongas diprediksi aman. Sampai musim panen tiba nanti. Seiring masih seringnya turun hujan.
Pun begitu, Pemerintah Desa Bongas tak mau bersantai-santai. Bersama dengan para petani tetap rutin mengawal jadwal gilir air yang sudah ditetapkan. Menjaga pasokan air terus lancar.
“Untuk pasokan air irigasi sih Insya Allah aman. Sampai sekarang masih lancar. Tapi kami tetap mengawal jadwal gilir air jangan sampai terjadi ketersendatan,” kata Kuwu Bongas, Kadir, Senin (18/7).
Apalagi, lanjutnya, saat ini usia tanaman padi di Desa Bongas antara 30-60 hari setelah tanam. Lagi butuh-butuhnya air. Sementara di sisi lain, areal persawahan di desa tetangga maupun wilayah kecamatan lain mayoritas baru memulai masa tanam. Juga sama lagi butuh air. Sehingga jika tidak dikawal maka berpotensi terjadi rebutan air.
BACA JUGA:Hii Ngeri, Jasad Baharuddin Ditemukan dalam Perut Buaya
Selain rutin mengawal jadwal gilir air, Pemdes Bongas juga telah menyiagakan mesin pompa untuk menyedot air dari sungai Beji.
Langkah ini akan dilakukan, jika pasokan air irigasi tidak mencukupi. “Sekarang mesin pompa masih menganggur, tapi sudah disiagakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” ujarnya.
Kuwu Kadir menyatakan, menjaga pasokan air persawahan sudah menjadi komitmennya sejak periode pertama terpilih menjadi Kuwu Bongas pada 15 Januari 2015 lalu.
BACA JUGA:KSOP: KM Cahaya Arafah Tenggelam dengan 66 Penumpang di Ternate karena Cuaca Buruk
Dia benar-benar meyakini, sektor pertanian di Desa Bongas dengan potensi luas areal sawah 505 hektare memiliki kontribusi penting dalam menggerakkan ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial serta kesejahteraan masyarakat.
Karenanya, ketika pria kelahiran 6 Agustus 1981 ini awal-awal dipercaya memimpin Desa Bongas, arah kebijakan pembangunan langsung difokuskan pada sektor pertanian.
Kegiatan yang dilakukan mulai dari normalisasi sungai dan saluran irigasi maupun pembuangsepanjang belasan kilometer, pompanisasi swadaya serta program pelatihan dan penyuluhan bidang pertanian melibatkan stake holder terkait.
Pembangunan infrastruktur jalan desa maupun jalan lingkungan juga terus digenjot namun tetap terentegrasi dalam mendukung aktivitas petani yang merupakan profesi mayoritas di desa berpenduduk 6040 jiwa itu. (kho)
BACA JUGA:BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perawatan Bagi Korban KKB di Papua hingga Sembuh
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

