INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID – Fenomena cuaca El-Nino ditahun 2026 ini menjadi perhatian semua pihak, karena diprediksi ditahun ini kemarau lebih panjang yang bisa mengakibatkan kekeringan beberapa daerah di Indonesia.
Hal itu menjadi kewaspadaan bagi semua pihak agar mempersiapkan diri menghadapi dampak dari fenomena cuaca tersebut yang disebut juga El-Nino Godzilla atau super El Nino.
Di Kabupaten Indramayu sendiri Pemerintah Daerah (Pemda) Indramayu melalui Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu telah melakukan berbagai persiapan untuk menanggulangi dampak yang ada ditimbulkan dari fenomena cuaca tersebut.
Terutama dampak kekeringan yang akan berdampak menipisnya ketersediaan air bersih sampai kekeringan lahan pertanian di Kabupaten Indramayu.
BACA JUGA:40 Rubuha Terpasang di Jatibarang, Burung Hantu Jadi Andalan Basmi Tikus
Kepala Pelaksanaan BPBD Kabupaten Indramayu Dadang Oce Iskandar melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) Achmad Hidayat mengatakan, terkait kekeringan di Kabupaten Indramayu BPBD Kabupaten Indramayu sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kekeringan di tahun 2026, apalagi di tahun ini musim kemarau diprediksi lebih panjang karena dampak dari fenomena super El-Nino.
“Ada beberapa kegiatan yang telah kita lakukan seperti kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) diseluruh desa, dan ada juga kegiatan penguatan kapasitas kawasan melalui kegiatan Desa Tangguh Bencana (Destana) kita edukasi masyarakat kaitannya dengan kebencanaan salah satunya kekeringan,” kata Achmad Hidayat pada Radar Indramayu, Senin (22/6/2026).
Dijelaskan Achmad Hidayat berdasarkan historis dari tahun ke tahun terdapat 5 daerah atau titik rawan kekeringan yakni Desa Krangkeng, Desa Terisi, Desa Losarang, Desa Cantigi, dan Desa Pasekan. Lima titik inilah yang menjadi perhatian dari BPBD saat terjadi kemarau panjang.
Sedangkan terkait kesiapan hadapi dampak kekeringan BPBD Kabupaten Indramayu telah menyiapkan tangki air yang bekerja sama dengan PDAM, TNI, Polri, Damkar Indramayu, serta Dinas Permukiman dan Perumahan (Diskimrum) Kabupaten Indramayu terkait pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
BACA JUGA:Pentas 'Mapag Tamba' MTs Sekolah Alam Indramayu Banjir Apresiasi di CFN Pasar Mambo
“Untuk mekanismenya itu, Pemerintah Desa membuat surat permohonan ke camat yang ditandatangani camat di tujukan ke BPBD dan kami akan bekerjasama dengan PDAM untuk mengirimkan air bersih kepada warga yang membutuhkan,” ujar dia.
Selain itu, BPBD Kabupaten Indramayu juga telah menyosialisasikan kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan kekeringan untuk menyiapkan tandon air atau tempat penampungan air sebagai tempat cadangan air bersih selama musim kemarau, serta menyosialisasi kepada masyarakat melalui laman media sosial BPBD terkait kesiapan hadapi kekeringan.
Dalam mendistribusikan air bersih, BPBD Kabupaten Indramayu memiliki 2 mobil tangki pengangkut air bersih masing-masing berkapasitas 8.000 liter.
Achmad Hidayat menyebutkan selain menyiapkan 2 mobil tangki pengangkut air bersih, BPBD Kabupaten Indramayu akan menggandeng PDAM Indramayu, Damkar Indramayu, dan Diskimrum Indramayu dalam mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.
BACA JUGA:Yamaha Jawa Barat Gelar Karnaval GEAR ULTIMA di Rancaekek, Hadirkan Keseruan Pesta Rakyat Modern
“Untuk saat ini dan sampai saat ini belum ada daerah yang mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada kami, artinya sampai sekarang belum ada daerah yang alami kekeringan di Kabupaten Indramayu,” ujarnya.
Sehingga untuk menghadapi musim kemarau 2026, BPBD Kabupaten Indramayu sudah siap dengan berbagai persiapan mulai dari mengedukasi dan menginformasikan kepada masyarakat untuk waspada terhadap dampak kekeringan selama bulan Juli-September 2026 sesuai informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kemudian BPBD Kabupaten Indramayu juga membuat SK Siaga Darurat Bencana mulai 8 Juni sampai 30 September 2026, dengan acuan dari SK Gubernur Jawa Barat, BPBD Provinsi Jawa Barat, dan dari BMKG Kertajati-Majalengka.
“SK Siaga Darurat Bencana Kekeringan dalam proses penerbitan, nanti setelah jadi, selanjutnya SK itu akan disebarkan ke 31 Kecamatan dan 317 Desa/ Kelurahan. Dengan kegiatan yang telah dilakukan melalui Komunikasi, Informasi,dan Edukasi (KIE) dan Desa Tangguh Bencana (Destana), BPBD siap hadapi potensi kekeringan di tahun ini,” kata Achmad Hidayat.
BACA JUGA:Kaget Melihat Kendaraan di Depan, Pemotor Alami Kecelakaan Tunggal