8.000 Hektare Sawah di Indramayu Berpotensi Terdampak Kekeringan
BERI KETERANGAN: Kepala DKPP Kabupaten Indramayu, Sugeng Heryanto memberikan keterangan terkait lahan sawah kekeringan di Kabupaten Indramayu, Kamis (6/8/2026).-Anang Syahroni-radarindramayu
INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID – Sebanyak 8.000 hektare sawah di Kabupaten Indramayu berpotensi terdampak kekeringan, hal itu disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Sugeng Haryanto, Kamis (6/8/2026).
“Berdasarkan hasil evaluasi musim tanam kedua, dari sekitar 113 ribu hektare lahan Pertanian yang telah ditanami, masih terdapat sekitar 12 ribu hektare yang belum memasuki masa tanam,” ujarnya.
Dari jumlah tersebut, lanjut Sugeng sekitar 6.000 hektare hingga 7.000 hektare diperkirakan tidak dapat ditanami karena keterbatasan ketersediaan air.
Sementara itu, lahan yang saat ini kategori kemungkinan kekeringan DKPP mencatat mencapai sekitar 8.300 hektare atau sekitar lima persen dari total luas lahan yang sudah tanam.
BACA JUGA:Gandeng BMKG, Anggota DPR RI Komisi V Daniel Mutaqien Rencanakan Modifikasi Cuaca
BACA JUGA:Bendungan Cipancuh Mengering, KTNA Imbau Petani di Inbar Fokus Pada Lahan yang Sudah Tanam
“Inget, kemungkinan itu kecenderungan dari delapan ribu-an hektare itu ada kategorinya ringan, sedang, berat dan puso. Di Indramayu masih dalam kategori ringan dan sedang, dan belum ditemukan lahan yang mengalami puso atau gagal panen,” ujarnya.
Ia menyebut, wilayah yang memiliki kecenderungan paling tinggi mengalami kekeringan berada di bagian barat Kabupaten Indramayu, di antaranya Kecamatan Kandanghaur, Gabuswetan, serta beberapa desa di wilayah Kecamatan Bongas.
“Kami, Pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah antisipasi agar dampak musim kemarau terhadap produksi pertanian dapat ditekan,” jelas Sugeng. (oni)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

