Kegiatan yang berlangsung di Desa Krangkeng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Jumat (15/5/2026) lalu, dinilai bukan sekadar pencitraan. Melainkan bentuk keteladanan nyata seorang pemimpin dalam menjaga lingkungan.
“Itu bukan bentuk pencitraan, tetapi memberikan contoh kepada masyarakat supaya tidak asal membuang sampah,” jelas tokoh masyarakat Indramayu Timur sekaligus Pimpinan Pesantren Progresif Miftahul Fatah, kepada Radar Indramayu di ruang kerjanya, Jumat (22/5/2026).
Gus Iftak, sapaan akrabnya, menjelaskan, Bupati Lucky Hakim turun langsung ke sungai bersama warga untuk mengangkat sampah yang menumpuk di aliran Sungai Pamengkang. Aksi gotong royong tersebut dilakukan guna memperlancar aliran air sekaligus mencegah potensi banjir saat musim hujan. BACA JUGA:MAXi Yamaha Day 2026 Pecah! Ribuan Riders Sulawesi Tumpah Ruah Rayakan Spirit ‘More Than Ride’ di Kota Bone
Ia menambahkan, aksi tersebut juga menjadi motivasi bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, khususnya sungai yang menjadi sumber kehidupan. “Mari kita jaga lingkungan kita. Bupati saja mau membersihkan sampah, apalagi kita!” imbuh Gus Iftak.
Sementara itu, da’i kondang asal Indramayu, Hasan Wahyudin mengimbau masyarakat Indramayu untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Menurutnya, menjaga kebersihan bukan hanya tugas Bupati Lucky, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat Indramayu.
Masyarakat juga tidak bisa hanya menyalahkan pemimpin apabila melihat persoalan di lapangan, karena kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemimpin.
“Yang jelas, menjaga kebersihan lingkungan adalah tugas bersama, bukan tugas bupati saja,” jelas Ustadz Hasan Wahyudin dalam sebuah pengajian di Desa Segeran, Kecamatan Juntinyuat, belum lama ini. BACA JUGA:Anti Ribet! Aplikasi Y-ON Yamaha Bikin Perjalanan Jarak Jauh Jadi Makin Berkesan & Seru
Sementara itu, Bupati Lucky Hakim juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah ke sungai.
“Kalau bukan kita yang menjaga lingkungan, siapa lagi? Sungai harus kita rawat bersama agar tetap bersih dan tidak menimbulkan bencana,” kata Bupati Lucky.
Ia juga menjelaskan, apa yang dilakukannya bertujuan memberikan contoh kepada masyarakat agar mau bersama-sama membersihkan lingkungan dari sampah yang berserakan. Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga turut hadir aktivis lingkungan dari luar negeri yang ikut membersihkan lingkungan bersama warga. (oni/dun)