INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID - Suasana penuh antusias dan optimisme terasa dalam pertemuan ratusan petani kedelai di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu.
Kegiatan penanaman bibit kedelai tersebut dilaksanakan pada Minggu, 26 April 2026, di lahan HGU PG Jatitujuh milik PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).
Program ketahanan pangan tersebut digagas oleh Kelompok Masyarakat Bareng Bareng Sugi Desa Sukamulya yang dipimpin oleh Warsim. Program ini mendapat dukungan dari tokoh masyarakat setempat, H Mulyadi SE, yang merupakan putra asli desa tersebut.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Dukungan disampaikan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Presiden RI Prabowo Subianto, Letkol Indra Wijaya melalui perwakilannya, Kolonel TNI SL Edi Eka. Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong pengembangan ketahanan pangan berbasis kedelai di wilayah Indramayu.
Selain itu, turut hadir Prof Ali Zum Mashar bersama tim program ketahanan pangan untuk memberikan sosialisasi mengenai teknologi penanaman bibit kedelai. Ia menjelaskan bahwa varietas hasil inovasinya dapat dipanen dalam waktu sekitar tiga bulan, dengan potensi hasil panen meningkat hingga tiga sampai empat kali lipat dibandingkan varietas konvensional.
Tak hanya kedelai, ia juga mengungkapkan bahwa penelitian padi dengan pendekatan serupa, kini telah memasuki tahap akhir. Varietas tersebut diklaim memiliki masa panen lebih singkat, yakni sekitar 2,5 bulan.
“Selama 25 tahun kami melakukan penelitian, pembuktian, dan penyempurnaan bibit ini. Hasilnya sudah diakui secara internasional. Kini saatnya kita membuktikan kepada Indonesia bahwa petani mampu meningkatkan produktivitas hingga tiga bahkan empat kali lipat dari biasanya,” ujarnya.
Ia menambahkan, siklus panen yang lebih cepat memungkinkan petani melakukan beberapa kali tanam dalam setahun. Hal ini diharapkan mampu mendorong Indramayu menjadi daerah mandiri pangan, bahkan berpotensi memenuhi kebutuhan kedelai nasional untuk industri kecap, tahu, tempe, serta produk pangan lainnya.
BACA JUGA:Touring Akbar Dimulai, Toba Samosir Jadi Saksi Jelajah Indonesia Bersama MAXI Tour Boemi Nusantara
“Indramayu akan menjadi proyek percontohan penanaman kedelai di Indonesia,” ungkap profesor di bidang pertanian tersebut, di hadapan ratusan petani yang siap menggarap lahan seluas 210 hektare. (dun)