Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad meninjau langsung kesiapan layanan tersebut dalam rangkaian kunjungan di jalur Pantura, akhir pekan kemarin. Peninjauan dilakukan di sejumlah masjid, termasuk Vihara Budhi Asih Jatibarang.
Menurut Abu Rokhmad, keterlibatan vihara dalam memberikan layanan bagi pemudik menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. BACA JUGA:Tinjau Fuel Termin Padalarang Bersama Wamen ESDM, Pertamina Pastikan Stok BBM & LPG Aman Selama Idulfitri 2026
“Sekarang kita memiliki kegembiraan baru menjelang Idul Fitri. Bukan hanya bersiap untuk mudik, tetapi juga menyambut para pemudik melalui program rumah ibadah ramah pemudik,” ujarnya saat meninjau layanan di Vihara Budhi Asih Jatibarang.
Ia menambahkan, rumah ibadah memiliki potensi besar sebagai ruang singgah yang aman dan nyaman bagi para musafir. Selain menyediakan fasilitas istirahat, tempat ibadah juga memberikan kesempatan bagi pemudik untuk tetap menjalankan ibadah di tengah perjalanan.
“Kehadiran berbagai rumah ibadah yang siap melayani pemudik menunjukkan bahwa kita bergerak secara inklusif, terbuka, dan berkolaborasi dengan semua pihak,” kata Abu.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, Aghuts Muhaimin menilai, Indramayu layak disebut sebagai kota toleransi. Hal tersebut didukung oleh regulasi daerah yang tidak diskriminatif serta kebijakan pemerintah yang menjamin kebebasan beragama dan melindungi kelompok minoritas. BACA JUGA:Kendaraan Roda 2 Mendominasi Arus Mudik H-4 Lebaran
Sementara itu, perwakilan umat Kristen Indramayu, Metty Yohana Suhalessy, turut menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada umat Muslim. “Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua selalu diberi kebahagiaan,” ujarnya.
Ucapan serupa juga disampaikan oleh Cornelius Cahya Sandi dari keluarga besar Gereja Katolik Santo Mikael Indramayu, yang berharap kebersamaan antarumat beragama terus terjaga.
Berbagai contoh kehidupan harmonis tersebut semakin menegaskan bahwa Indramayu bukan hanya sekadar daerah lintasan mudik di jalur Pantura, tetapi juga menjadi contoh nyata wilayah yang menjunjung tinggi nilai toleransi, kebersamaan, dan kerukunan antarumat beragama. (dun)