Gelar Munjung, Doa Bersama Tolak Bala

Kamis 25-11-2021,08:22 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim

INDRAMAYU-Sempat ditiadakan gara-gara wabah corona. Adat Munjung kembali dilaksanakan penduduk di Desa Limpas, Kecamatan Patrol. Difasilitasi Pemerintah Desa Limpas, rangkaian acara Munjung diisi dengan ziarah masal serta doa bersama  di pendopo Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ki Buyut Doglong, Rabu (24/11).

Saat doa bersama, warga yang umumnya merupakan petani bermunajat agar pada musim tanam rendeng tahun ini diberi kelancaran, kemudahan, terbebas hama dan penyakit sehingga hasil panen padi melimpah. Mereka juga berdoa agar Desa Limpas dan ratusan hektare lahan pertanian milik petani terhindar dari bencana banjir.

Warga juga meminta kepada yang maha kuasa, agar wabah corona secepatnya berakhir. “Pertama kami bersyukur kepada Allah SWT bisa rutin melaksanakan adat Munjung, ziarah kubur bersama-sama. Kedua kita berdoa tolak bala. Supaya desa kami terhindar dari musibah banjir dan pandemi Covid-19 ini segera berakhir,” terang Kuwu Desa Limpas, Tato.

Dia mengungkapkan, musibah banjir memang kerap melanda desanya. Hampir saban tahun, bencana banjir membuat susah warganya demikian pula dengan para petani. Tanaman padi mereka kerap tenggelam, rusak, bikin rugi.

Sementara gegara pandemi Covid-19, masyarakatnya tak bisa beraktivitas secara leluasa. Bahkan beberapa waktu lalu saat wabah corona lagi gawat-gawatnya, kegiatan ibadah seperti ziarah kubur, tahlilan sampai pengajian terpaksa ditiadakan.

Hal sebagai upaya untuk ikut mengendalikan atau menahan laju penyebaran serta memutus rantai sebaran virus Covid-19.”Alhamdulillah sekarang pandemi Covid-19 sudah landai. Tapi kami tetap mengimbau kepada masyarakat agar tidak kendor dalam menerapkan prokes. Warga yang belum divaksin kita fasilitasi untuk vaksinasi,” katanya.

Tradisi Munjung, tambahnya, rutin dilaksanakan setiap tahun usai musim panen gadu serta menjelang datangnya musim tanam rendeng. Setelahnya masih ada adat lainnya yang dilaksanakan dalam waktu dekat yaitu Sedekah Bumi.

Selain untuk menjaga tradisi, adat Munjung maupun Sedekah Bumi dijadikan sebagai ajang silaturahmi seluruh masyarakat di Desa Limpas. “Ada nilai luhur dibalik tradisi Munjung dan Sedekah Bumi ini. Di antaranya untuk memperkuat silaturahmi, selalu menghormati para leluhur yang telah wafat dan sebagai pengingat agar warga memanfaatkan umur dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (kho)

Tags :
Kategori :

Terkait