HPI Indramayu Soroti Rencana Pemda Gandeng Swasta Kelolah Objek Wisata

HPI Indramayu Soroti Rencana Pemda Gandeng Swasta Kelolah Objek Wisata

Ketua HPI DPC Indramayu Nang Sadewo.-Anang Syahroni-radarindramayu

RADARINDRAMAYU.ID – Rencana Daerah Kabupaten Indramayu yang ingin memihak ketigakan pengelolaan (swasta) objek wisata milik Pemda mendapat sorotan dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DPC Indramayu.

“Pariwisata itu menyangkut beberapa bidang ya, dari bidang destinasi, bidang UMKM, dan bidang pemasaran, sehingga pemangku dibidang tersebut harus punya kemampuan paham persoalan, tantangan dan solusi di lapangan dan  Imajinasi bagaimana mengembangkan pariwisata daerah,” ucap Ketua HPI DPC Indramayu Nang Sadewo, pada Radar Indramayu. Sabtu (17/1/2026).

Menurut Pria yang akrab di sapa Kang Sadewo yang juga merupakan penghianat Budaya dan Pariwisata di Kabupaten Indramayu, dalam upaya mendongkrak pariwisata daerah selain political will kepala daerah, ketiga unsur tersebut harus kompak dalam mendongkrak pariwisata di Indramayu.

Kemudian adanya langkah sinergitas secara pentahelix antara lima pemangku kepentingan utama, mulai dari kalangan akademisi, bisnis atau pelaku usaha, omunitas, pemerintah, dan media- jurnalistik.

BACA JUGA:YAMAHA Buka Awal Tahun 2026 Dengan Luncurkan Varian Warna Baru Untuk Skutik Premium XMAX Connected

“Selain itu membutuhkan kolaborasi inovatif melibatkan enam aktor utama itu pemerintah, akademisi, dunia usaha, media massa, komunitas, dan ditambah satu elemen kunci, regulasi atau teknologi informasi,” ujar Sadewo.

Disampaikan Sadewo untuk menciptakan solusi komprehensif dan berkelanjutan dalam berbagai bidang, seperti pengembangan ekonomi kreatif, penanggulangan bencana, termasuk khususnya pariwisata, dengan memanfaatkan kekuatan dan sumber daya masing - masing pihak.

Di Indramayu, lanjut Sadewo sudah menggadang soal Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Riparda) bagaimana target kondisinya sekarang, melakukan FGD, Pembahasan Rencana Strategis (Renstra) bersama stakeholder pariwisata, pelaku usaha pariwisata organisasi pariwisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Himpunan Pramuwisata Indonesia(HPI) Indramayu, Persatuan Hotel Restauran Indonesia ) Indramayu (PHRI).

“Jika ini memang dilakukan secara serius tentu saja sudah ada gambaran apa yang harus dilakukan, jika saat ini ada wacana pengelolaan akan diberikan kepada swasta. Investor itu juga harus jelas tujuan capaiannya selain PAD,” ujar

BACA JUGA:Yamaha Classy Jabar Ngariung, Merayakan Kebersamaan Komunitas dengan Gaya Nyentrik

Sadewo mengungkapkan kepariwisataan adalah kerja Imajinasi keindahan, pelayanan dan sense of belonging terhadap Keunggulan Daerah harus bisa mendongkrak SDM dan potensi saerah khususnya di bidang kepariwisataan.

“Jika memang swastanisasi jadi rumus terakhir, harus jelas perekrutannya dan diutamakan pihak swasta yang tidak bermasalah dalam arti memiliki kemampuan SDM dan finansial. Harus mengutamakan kepentingan masyarakat Indramayu yaitu pekerja dan sinergitas stakeholder pariwisata,” pungkasnya. (oni)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: