INDRAMAYU- Pemerintah Desa Bongas Kecamatan Bongas terus menggenjot vaksinsasi bagi warganya. Targetnya, sebanyak 1.994 warga yang belum divaksin sudah tuntas sebelum akhir tahun ini.
Untuk itu, Pemdes Bongas mengalukan sejumlah terobosan. Salah satunya, menyulap Posyandu sebagai tempat vaksinasi Covid-19. Sehingga, bisa memberikan pelayanan vaksinasi setiap hari.
Di Posyandu itu, ada dua orang bidan desa dari UPTD Puskesmas Bongas. Satu bertugas sebagai vaksinator. Satu laginya bagian adminstrasi, dibantu beberapa pamong desa setempat.
Para ketua RT juga tampak hilir mudik di lokasi yang sama. Sembari membawa beberapa lembar kertas berisi data warga masing-masing RT. Sejumlah anggota Polri dan TNI juga hadir ikut memantau.
Kuwu Bongas, Kadir mengatakan, pelayanan vaksinasi Covid-19 di kantor Desa ini akan berlangsung setiap hari. Sampai tanggal 24 Desember 2021 mendatang. Setiap jam kerja, mulai pukul 08.00 sampai jam 1 siang. Hari Minggu maupun libur nasional, pelayanan vaksinasi tetap dibuka.
“Sengaja dipusatkan disatu titik supaya warga tidak bingung jadwal vaksinasi yang sebelumnya selalu berubah. Baik waktu pelaksanaan maupun lokasinya,” ujar Kadir.
Dikatakan Kadir, pelaksanaan vaksinasi awalnya digelar di setiap blok. Digilir setiap minggu. Ternyata hasilnya kurang maksimal.
“Banyak warga yang pengin segera divaksin tapi bukan giliran jadwalnya. Atau terkendala jarak, waktu dan kondisi kesehatannya saat itu. Macam-macam lah. Nah, kalau dipusatkan di satu lokasi, warga bisa kapan saja datang,” ujarnya.
Sementara, lanjut Kadir, para ketua RT juga ditugaskan untuk melakukan pendataan secara valid. Jumlah warga yang sudah, belum maupun yang tidak bisa divaksin lantaran terkendala kondisi kesehatan.
Dijelaskan Kadir, berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Kecamatan Bongas, jumlah sasaran vaksin masyarakat Desa Bongas sejumlah 4.796 orang. Sebanyak 832 warga sudah menajalani vaksinasi dosis pertama dan sebanyak 1.970 sudah divaksin kedua. Tersisa sebanyak 1.994 yang belum divaksin.
“Tapi data itu kita masih ragu. Makanya semua ketua RT kita kerahkan untuk melaksanakan sensus vaksinasi. Jadi nantinya Pemdes tahu data valid warga yang sudah, belum atau tidak bisa divaksin. Termasuk warga yang ada di luar desa terdata semua,” ujarnya.
Dengan cara ini, Kadir berharap, pelaksanaan vaksinasi berjalan efektif, tepat sasaran dan tepat data. (kho)