Berbagai cara dilakukan untuk menanamkan akhlak mulia kepada anak-anak sejak dini. Seperti yang dilakukan Komunitas Jati Insan Mulia Jatibarang yang baru dilaunching. Mereka mengenalkan akhlak terpuji lewat dongeng.
ANANG SYAHRONI, Indramayu
MENGGANDENG tokoh pendongeng Danang yang akrab disapa Kak Danang bersama boneka Odi sebagai karakter utama, Komunitas Jati Insan Mulia Jatibarang mengadakan dongeng ceria di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Jatibarang.
Kegiatan ini sebagai langkah mengajarkan akhlak terpuji atau mulia kepada anak-anak sejak dini dengan metode mendongeng ceria, dan menghibur anak-anak di sela-sela liburan pasca ujian di sekolah.
Ketua Komunitas Jati Insan Mulia Jatibarang, Sujono mengatakan pembentukan karakter sejak dini terutama karakter yang mencerminkan akhlak yang mulia, perlu dipupuk sejak usia dini, dan menjadi tanggung jawab bersama dalam mencetak generasi masa depan yang berakhlakul karimah.
Untuk mewujudkan itu, menurutnya, membutuhkan langkah dan upaya yang konsisten, yang dimulai sejak usia dini.
“Kegiatan ini sebagai sarana edukasi kita kepada anak-anak dalam mengenal akhlak baik, dan menumbuh kembangkan semangat menolong sesama,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Sujono, kegiatan ini sekaligus penggalangan donasi yang diperuntukan bagi para korban letusan Gunung Semeru dan banjir rob di Eretan Kabupaten Indramayu.
“Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar, kegiatan ini juga kita bekerjasama dengan Satgas Covid-19 menyisir pengunjung RTH dan mengajak pengunjung untuk vaksin di lokasi atau mendatangi sentra-sentra vaksinasi yang ada di Jatibarang,” katanya.
Sementara itu, Kak Danang bersama Boneka Odi pada kesempatan itu menceritakan berbagai cerita penuh makna kepada anak-anak dan orang tua yang hadir.
Salah satu ceritanya adalah tentang adanya penggali kubur yang mendapati dua anak yatim yang ketika meninggal diperlihatkan taman syurga di dinding kuburannya.
Setelah ditanyakan kepada ibunda ternyata putranya belajar menghafal quran di pesantren dan anak yang pertamanya mencari nafkah untuk membantu ibunya dan biaya adiknya di pesantren.
Ia berpesan kepada anak-anak untuk selalu menghormati orang tua, dan selalu mendoakannya, serta selalu belajar dengan sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. “Melalui karakter boneka Odi saya ingin menanamkan karakter mulia kepada anak-anak, salah satunya lewat mendongeng,” ujarnya. (*)