sebidang tanahnya yang lokasinya persis berdampingan dengan areal TPU. Harganyapun relatif terjangkau. Hanya saja, untuk membeli lahan seluas 225 bata tersebut, Pemdes Kopyah tidak memiliki anggaran. Sehingga rencana pembelian sampai pengumpulan dananya diserahkan kepada masyarakat.
“Mumpung ada warga yang berniat jual tanahnya, maka kami respons. Maka difasilitasilah musyawarah bersama perwakilan tokoh masyarakat untuk menindakanjuti rencana pembelian lahannya. Lalu dibentuk kepanitiaan untuk teknis pengumpulan dana dan sebagainya,” terang dia.
Tidak hanya di Desa Kopyah. Padatnya areal TPU juga dialami desa-desa lainnya di wilayah barat Kabupaten Indramayu. Sampai-sampai ada TPU yang sudah tidak dapat menampung lagi warga yang meninggal dunia. Kalaupun dipaksakan, posisinya berdempetan dengan makam yang lama.
Bagi warga mampu tidak menjadi persoalan. Mereka dengan mudah membeli sebidang tanah untuk lokasi pemakaman keluarga. Tapi kondisi semacam ini, tidak bisa dilakukan oleh warga kurang mampu apabila ada keluarganya yang wafat. (*)
BACA JUGA:
- Warga Antusias Nikmati Layanan Vaksinasi Mobile Kodim 0616/Indramayu
- AMPM Dukung Gus Muhaimin Presiden 2024
- H Trisula Baedi Secara Aklamasi Terpilih Ketua KONI