Investasi Indramayu Melonjak 121 Persen, Capai Rp3,3 Triliun
CEK LANGSUNG: Bupati Indramayu, Lucky Hakim mengecek langsung MPP Indramayu yang berfungsi memudahkan masyarakat mengurus berbagai dokumen atau perizinan.-Humas Pemkab Indramayu-radarindramayu
INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID – Realisasi investasi di Kabupaten Indramayu sepanjang 2025 mencapai Rp3,3 triliun. Capaian tersebut meningkat 121 persen dibandingkan Realisasi investasi 2024 yang tercatat sebesar Rp1,5 triliun.
Bahkan, realisasi investasi tersebut mencapai 200 persen dari target awal. Peningkatan ini menjadi salah satu indikator pertumbuhan aktivitas ekonomi dan kepercayaan dunia usaha terhadap Kabupaten Indramayu.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim mengatakan, pemerintah daerah terus mendorong pertumbuhan investasi melalui penguatan iklim usaha, kemudahan perizinan, serta pengembangan kawasan industri.
Menurutnya, investasi memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian daerah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BACA JUGA:5 Kali WTP, Bupati Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan
"Investasi yang tumbuh saat ini adalah fondasi untuk Indramayu yang lebih maju, masyarakat yang lebih sejahtera, dan masa depan yang lebih baik," ujar Lucky Hakim.
Pada Triwulan 1 tahun 2025, realisasi investasi Indramayu tercatat mencapai Rp362,34 miliar. Nilai tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp331,58 miliar dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp30,76 miliar. Realisasi tersebut juga berkontribusi terhadap penciptaan 693 kesempatan kerja bagi masyarakat Indramayu.
Selain peningkatan investasi, aktivitas usaha di Kabupaten Indramayu juga mengalami pertumbuhan. Jumlah aktivitas usaha meningkat dari 25 ribu pada 2024 menjadi 45 ribu pada 2025, atau naik sekitar 80 persen.
Lucky menjelaskan, pengembangan kawasan industri menjadi salah satu fokus pemerintah daerah untuk menarik investor dan memperluas peluang ekonomi. Indramayu memiliki kawasan peruntukan industri seluas 14.110 hektare, dengan 10.770 hektare di antaranya masih tersedia sebagai lahan yang siap dikembangkan.
BACA JUGA:Tampil di YZ BLU CRU FIM Europe Cup SuperFinale, Djanoko Mahija Aribowo Ambil Pengalaman Berharga
Di kawasan industri Losarang, pemerintah telah menjalani verifikasi lapangan bersama Kementerian Perindustrian pada Maret 2025. Kawasan tersebut direncanakan mencakup sekitar 1.000 hektare, dengan 300 hektare telah selesai proses pembebasan lahannya.
Sementara itu, kawasan industri Mekarwaru di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, telah memasuki tahap peletakan batu pertama pada akhir 2025.
Pada 2026, tren investasi juga berlanjut. Realisasi investasi triwulan 1 mencapai Rp1,5 triliun dan triwulan 2 sebesar Rp1,6 triliun, sehingga totalnya mencapai Rp3,1 triliun.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu juga memperkuat promosi daerah, termasuk melalui partisipasi dalam JITEX 2026 di Jakarta, serta pengembangan industri strategis melalui proyek EPC Polypropylene Plant Balongan oleh PT Polytama Propindo.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

