Pemdes Dadap Minta Situs Syech Sama'un Disahkan Jadi Cagar Budaya

Pemdes Dadap Minta Situs Syech Sama'un Disahkan Jadi Cagar Budaya

Kuwu Desa Dadap Ali Faosal (kanan)didampingi sejumlah tokoh masyarakat menggelar jumpa pers dan meminta agar pemerintah daerah segera mengesahkan Makam Syech Sama'un disahkan sebagai cagar budaya-Adun Sastra-Radar Indramayu

INDRAMAYU,RADARINDRAMAYU.ID – Pemerintah Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, berkeinginan agar situs atau makam Syekh Sama’un yang selama ini diyakini masyarakat setempat dapat secara resmi ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah.

Keseriusan tersebut dibuktikan dengan surat yang dikirim Kuwu Desa Dadap, Ali Faosalz, kepada Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu. Surat tersebut berisi permohonan kajian dan penelitian terhadap makam yang diyakini masyarakat sebagai makam Syekh Sama’un.

“Isi surat tersebut adalah memohon kajian dan penelitian dari TACB karena masyarakat meyakini bahwa makam itu merupakan makam Syekh Sama’un,” jelas Kuwu Ali Faosal dalam siaran persnya kepada wartawan, Jumat (25/8/2026), di lokasi pemakaman yang diyakini sebagai situs Syekh Sama’un.

Menindaklanjuti permohonan tersebut, Ketua TACB Indramayu, H. Dedy S. Musashi, didampingi Pamong Budaya Bidang Cagar Budaya Kabupaten Indramayu, Suparto Agustinus, mendatangi lokasi makam yang selama ini diyakini sebagai situs Syekh Sama’un.

BACA JUGA:Siswa SD Kinderfield Cirebon Kenali Proses Pengeboran Migas di IDTC Indramayu

Lokasi makam tersebut berada di tengah-tengah tempat pemakaman umum (TPU) Desa Dadap. Tim kemudian melakukan kajian dan penelitian terhadap lokasi yang selama ini ramai dikunjungi masyarakat, baik dari wilayah Indramayu maupun dari luar daerah.

Dalam penelitian awal tersebut, tim menemukan sebuah batu nisan yang kemudian langsung diidentifikasi dan didata oleh Tim Arkeologi dan Sejarah TACB Kabupaten Indramayu bersama Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu.

"Nsan tersebut memiliki bentuk menyerupai gada atau meriam terbalik. Temuan ini dinilai menarik karena merupakan salah satu temuan nisan dengan tipe tersebut yang belum pernah ditemukan sebelumnya di Indramayu.m,"jelas Pamong Budaya Bidang Cagar Budaya Kabupaten Indramayu, Suparto Agustinus. 

Ia mengatakan pihaknya bersama TACB akan melakukan kajian lebih lanjut untuk mengetahui karakteristik, usia, serta konteks sejarah dari temuan nisan tersebut.

BACA JUGA:Polisi Jaga Warung 24 Jam di Rambatan Kulon, Warga Diminta Tak Terprovokasi

Sementara itu, Ketua TACB Kabupaten Indramayu, Dedy S. Musashi, mengatakan batu nisan bertipe gada di Desa Dadap tersebut sebelumnya pernah diteliti oleh arkeolog Nanang Saptono. Temuan itu dikaitkan dengan persebaran peradaban Islam di pesisir Indramayu.

Menurut Dedy, keberadaan nisan tersebut dapat menjadi petunjuk mengenai adanya hubungan komunikasi antara masyarakat pesisir Indramayu dengan wilayah lain.

“Nisannya terbuat dari batu andesit. Kita tahu di Indramayu tidak ada sentra material bahan baku tersebut, sehingga harus didatangkan dari daerah lain,” jelas Dedy.

Dedy menjelaskan, nisan makam tipe gada merupakan jenis batu nisan kuno yang berbentuk silindris atau menyerupai senjata gada, dengan bagian atas yang membulat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: