Ramai dan Kompak, Begini Cerita di Balik Gemerlap Pasar Malam Desa Gantar

Ramai dan Kompak, Begini Cerita di Balik Gemerlap Pasar Malam Desa Gantar

HIBUR: Gemerlap pasar malam di Desa/ Kecamatan Gantar jadi hiburan warga.-ist-radarindramayu

INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID – Gemerlap lampu bianglala dan riuh suara pengunjung mewarnai malam di lapangan Desa Gantar, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jumat (24/7/2026). Sejak awal pekan ini, kawasan tersebut disulap menjadi pusat hiburan malam yang menyedot perhatian warga sekitar.

Meski ramai dikunjungi, hiburan yang akrab disebut warga sebagai "pasar malam" ini ternyata tidak memiliki nama resmi.

Leader pengelola hiburan tersebut, Andriana Sugi (24), menjelaskan bahwa kegiatan ini pada dasarnya merupakan hiburan keliling biasa yang menumpang di lapangan desa.

"Enggak ada (nama resmi), cuma ngamen biasa, cuma memanfaatkan lapangan desa sini aja. Jadi enggak ada acara khusus, ya seperti ngamen biasa," ujar pria yang akrab disapa Ugi.

BACA JUGA:Korsleting Listrik, Rumah di Haurgeulis Hangus Dilalap Si Jago Merah

Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan hiburan ini murni bersifat swasta, bukan program pemerintah kecaharian Dunia hiburan keliling semacam ini biasanya terbagi dalam beberapa grup, masing-masing dengan pengurus dan satu bos utama, sementara tugasnya di lapangan lebih kepada mengatur anak buah serta operasional harian.

“Swasta sih. Di sini itungannya numpang, kita minta izin ke pihak desa, ke kepolisian juga kita minta izin. Jadi kayak acara ngamen biasa,” kata Ugi.
 
Soal legalitas, pihak penyelengga tidak sembarangan menggelar acara. Sebelum membuka lapak hiburan di suatu lokasi, tim lebih dulu membuat perjanjian dan surat izin resmi, termasuk berkoordinasi dengan kepolisian setempat agar penyelenggaraan berjalan tertib dan diakui secara sah.

“Ada, soalnya kan kita bikin perjanjian surat izin, jadi kami sama kepolisian itu harus ada biar resmi,” ujar dia.

BACA JUGA:Jadi Andalan, Poktan Sri Makmur III Konsisten Produksi Beras Organik Bersertifikat

Menurut Ugi, kegiatan di Desa Gantar baru resmi dibuka pada Senin lalu setelah proses persiapan seperti pemasangan instalasi listrik dan lampu wahana. Izin yang dikantongi berlaku hingga 9 Agustus mendatang, sebelum rombongan berpindah ke lokasi lain.

“Kalau akhirnya itu sampai tanggal 9 Agustus, itu akhir acara. Izin itu tergantung pengurusnya, kadang cuma dua minggu, kadang sebulan," jelasnya.

Sebelum singgah di Gantar, grup hiburan ini sempat menggelar acara serupa di Cilandak (Anjatan) dan kerap tampil di Haurgeulis, meski dengan pengurus dan manajemen yang berbeda meski masih dalam satu grup besar.

Soal motivasi menggelar hiburan di Gantar, Ugi mengaku tujuannya sederhana yakni menghibur masyarakat, terutama karena para pekerja hiburan ini berstatus perantau yang mencari rezeki dari kota ke kota. Meski baru berjalan beberapa hari, antusiasme warga sekitar disebutnya cukup menggembirakan.

BACA JUGA:Kolaborasi Yamaha Jabar dan Kustomleng Cirebon Jadi Wadah Kreativitas Komunitas Otomotif dan Seni

“Alhamdulillah keliatan bahagia, senang. Kami sebagai karyawan juga ikut senang kalau lihat masyarakat senang dan menerima dengan baik,” katanya.

Dari sisi wahana, pengunjung dapat menikmati sejumlah permainan seperti bianglala, ombak banyu, rumah hantu, odong-odong. Kehadiran pasar malam ini pun dirasakan turut memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar, khususnya pedagang kecil, mereka bisa menjajakan dagangannya bukan cuma pagi hari namun juga sampai malam hari.

“Meskipun pedagang mayoritas dari luar daerah, tetapi warga sekitar yang ingin berjualan dipersilahkan tinggal berkoordinasi untuk tempat dan posisi lapak,” terang Ugi.

Ugi berharap kehadiran pasar malam ini bisa membuka ruang usaha bagi warga sekitar dan menjadi ajang kebersamaan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

BACA JUGA:Bupati Lucky Pimpin Salat Istisqa, Mohon Turunnya Hujan

“Kita masih bisa merayakan bukaan bazar, membuka usaha buat orang lain, saling bantu ekonomi. Kita terus saling kompak, sama-sama bangkit, jalanin usaha bersama, setelah di sini nanti pindah ke Majalengka,” ujarnya.

Penulis:  Alleya Danti mahasiswa PPL di Radar Indramayu

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait