Edukasi dan Literasi Keuangan Masyarakat, OJK Luncurkan Program Takon di Indramayu

Edukasi dan Literasi Keuangan Masyarakat, OJK Luncurkan Program Takon di Indramayu

LUNCURKAN: OJK Cirebon bersama jajaran Pemkab Indramayu saat meluncurkan program Takon OJK.-Anang Syahroni-radarindramayu

INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID – Sebagai upaya untuk memperkuat dan edukasi terkait pengelolaan literasi keuangan, Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon meluncurkan program Tanya dan Konsultasi Keuangan (Takon) di Kabupaten Indramayu.

Takon sendiri apabila diartikan  dalam bahasa Jawa Cirebon dan Indramayu artinya tanya menjadi sarana masyarakat Indramayu. Program tersebut diluncurkan dalam saresehan Edukasi, Literasi, dan Perlindungan Konsumen di Setda Kabupaten Indramayu.

Pada kesempatan itu, Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menyatakan bahwa program Takon OJK diluncurkan adalah inovasi layanan dari OJK, selain untuk memberikan layanan akses konsultasi dan pengaduan konsumen, namun juga untuk memperkuat pelindungan dan edukasi  , serta meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

“Masyarakat bisa mendapatkan informasi, pemahaman, dan pendampingan terkait produk maupun layanan sektor jasa keuangan tanpa harus mereka datang langsung ke kantor OJK,” Kata Agus, Selasa (24/2).

BACA JUGA:Bupati Lucky Sidak Pasar Jatibarang, Pastikan Stok Sembako Aman dan Harga Terjangkau

Ia mengatakan dengan layanan ini seluruh elemen masyarakat Kabupaten Indramayu bisa mengakses layanan dalam program Takon OJK itu secara virtual maupun hybrid. Pelaksanaan program itu sesuai amanat UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

“Dari undang-undang itu bisa menegaskan peran strategis OJK dalam memberikan pelindungan kepada konsumen dan masyarakat terkait literasi keuangan dan sebagainya,” ujar Agus.

Sehingga dengan hadirnya Takon OJK merupakan langkah konkret untuk OJK Cirebon hadir dalam memberikan edukasi dan pelindungan kepada masyarakat. Karena layanan ini bukan hanya layanan konsultasi, akan tetapi menjadi ruang edukasi bagi masyarakat agar semakin memahami produk dan layanan keuangan secara utuh.

Melalui program Takon OJK, Agus menginginkan masyarakat Indramayu tidak hanya terlindungi saat menghadapi masalah keuangan, namun semakin cerdas dan waspada sebelum mengambil keputusan keuangan. Melalui penguatan literasi keuangan menjadi strategi preventif di tengah meningkatnya kompleksitas produk dan maraknya kejahatan keuangan digital saat ini.

BACA JUGA:Selang Tabung LPG 3 Kg Bocor Saat Memasak, Dapur Warga Karangsong Kebakaran

“Oleh sebab itu dengan literasi yang baik, masyarakat punya daya tahan dan lebih jeli terhadap penipuan dan investasi ilegal, edukasi merupakan benteng pertama untuk pelindungan konsumen,” terangnya.

Sementara itu, Sekda Indramayu Aep Surahman, mengatakan program Takon OJK menjadi solusi untuk mencegah potensi kerugian, khususnya akibat aktivitas keuangan ilegal. Karena karakteristik Kabupaten Indramayu yang memiliki aktivitas ekonomi dinamis dan penggunaan produk keuangan yang terus berkembang, sehingga membutuhkan penguatan literasi bagi masyarakat.

“Kita yakin program inovasi dari OJK Cirebon mampu menjadi faktor kunci dalam mencegah kerugian akibat misinformasi maupun praktik keuangan ilegal. Semoga Takon OJK bisa membangun ekosistem pelindungan konsumen yang berbasis edukasi, aksesibilitas layanan, dan responsif,” ujarnya.

Pemkab Indramayu menyambut baik dan menegaskan dukungannya terhadap program Takon OJK yang akan dilaksanakan di 31 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu. Apalagi program Takon OJK merupakan bentuk kerjasama dan upaya OJK Cirebon bersama Pekab Indramayu untuk melindungi masyarakat di sektor jasa keuangan.

BACA JUGA:Bukti Pembinaan Mendunia YRI, Aldi Satya Mahendra Ukir Sejarah di World Supersport Australia

Ia juga meminta seluruh pemerintah kecamatan untuk memanfaatkan program Takon OJK secara maksimal, dan memastikan setiap desa mengetahui serta mendapatkan informasi terkait program tersebut.

“Kami berharap program ini semakin memperluas literasi dan memperkuat pelindungan konsumen untuk mendukung stabilitas serta keberlanjutan sektor jasa keuangan khususnya bagi masyarakat Indramayu,” kata Aep. (oni)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: