Dinkes Indramayu Pastikan Belum Ditemukan Kasus Virus Nipah di Kabupaten
PERKUAT: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu dr Wawan Ridwan memberikan keterangan terkait kesiapan petugas medis ketika ada virus Nipah, Selasa (10/2/2026).-Anang Syahroni-radarindramayu
INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu terus memperkuat kewaspadaan dini terhadap berbagai penyakit menular yang berpotensi muncul, terutama virus Nipah yang ramai diperbincangkan belakangan ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dr. Wawan Ridwan, menyatakan bahwa virus penyebab penyakit sebenarnya selalu ada di sekitar masyarakat. Virus ini seperti halnya penyakit lain, misalnya DBD, sering dianggap musiman, padahal virusnya tetap ada.
“Jadi yang pembeda itu kondisi yang memicu munculnya penyakit, seperti cuaca, daya tahan tubuh manusia, dan faktor lainnya,” ucap dr. Wawan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/2/2026).
Menurut Wawan, sebagian virus juga menyerang sistem pernapasan, sehingga masyarakat diimbau tetap menjaga kesehatan meski pandemi Covid-19 telah berakhir. Meskipun berakhirnya status pandemi bukan berarti virus Covid-19 benar-benar hilang.
BACA JUGA:Sambut Kawasan Industri Sukra, Pemcam dan Disnaker Siapkan SDM Lokal dengan Pelatihan Kerja dan Berwirausaha
“Pemerintah sudah menyatakan bahwa kita hidup berdampingan dengan Covid-19. Hal yang sama juga berlaku untuk virus Nipah. Virus-virus ini tetap ada, tinggal bagaimana kita masyarakat menjaga kesehatan diri, meningkatkan imunitas, dan tetap waspada,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi virus ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu secara rutin melakukan surveilans ILI (Influenza Like Illness), yakni pemantauan penyakit dengan gejala mirip influenza disetiap fasilitas kesehatan di Kabupaten Indramayu, sehingga apabila ada tanda-tanda virus bisa segera dilakukan penanganan.
"Jika ditemukan indikasi yang mengarah pada penyakit tertentu, termasuk Nipah, sampel pasien akan segera dikirim ke laboratorium provinsi untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Wawan.
Sampai saat ini, Ia bisa memastikan belum ditemukannya kasus Nipah di Kabupaten Indramayu. Bahkan Kabupaten Indramayu pernah diajukan sebagai daerah sentinel untuk pemantauan penyakit-penyakit berpotensi wabah. Sehingga ketika ada gejala yang menyerupai, kami langsung ambil sampel dan kirim ke laboratorium.
BACA JUGA:HUT Gerindra ke-18: Momentum Perkuat Soliditas Kader dan Kawal Program Kerakyatan Prabowo
Wawan, mengungkap pada tahun lalu pihaknya sempat mengirimkan empat sampel pasien terduga Japanese Encephalitis (JE). Meski secara klinis sudah dicurigai mengarah ke JE, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan negatif.
“Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, alhamdulillah hasilnya negatif. Sejak itu kami jadi lebih antisipatif. Ketika ada kecurigaan terhadap penyakit potensi wabah, akan kami pastikan dengan pemeriksaan laboratorium terlebih dulu,” jelasnya.
Tak hanya itu, Dinkes Indramayu juga telah mengeluarkan edaran kepada seluruh Puskesmas dan rumah sakit agar sigap menangani kasus suspek penyakit menular. pengambilan sampel dilakukan oleh tim surveilans P2P Dinkes maupun petugas rumah sakit setempat.
“Jika iya ada, fasilitas siap. Kami sudah mengimbau rumah sakit untuk mengoptimalkan ruang isolasi, termasuk penanganan dan pengobatannya. Biasanya kalau ada kasus positif, tim dari kementerian juga akan turun langsung,” ujar Wawan.
BACA JUGA:Tak Mau Banjir Terulang, Warga Kertasemaya Minta Pintu Klep Sungai Cimanuk Diperbaiki
Dengan langkah-langkah dan serangkaian persiapan itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu berharap masyarakat tetap tenang namun waspada, serta terus menerapkan pola hidup sehat sebagai benteng utama menghadapi berbagai penyakit menular. (oni)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

