Feike Muller Latupeirissa Pemain Belanda Keturunan Maluku Ungkap Niat Bela Timnas Indonesia U-17

Feike Muller Latupeirissa Pemain Belanda Keturunan Maluku Ungkap Niat Bela Timnas Indonesia U-17

Feike Muller Latupeirissa Pemain Belanda Keturunan Maluku Ungkap Niat Bela Timnas Indonesia U-17-- instagram @feike_muller's-- radar indramayu

RADARINDRAMAYU.ID -  Feike Muller Latupeirissa menjadi sorotan usai muncul kabar dirinya bersedia memperkuat timnas Indonesia U-17.

Pemain muda berusia 16 tahun ini memiliki darah Indonesia dari garis keluarga ibunya.

Namanya mungkin belum akrab di telinga pecinta sepak bola Tanah Air, tetapi kiprahnya di Belanda mulai diperhitungkan.

Profil Feike Muller Latupeirissa

BACA JUGA:Siaga Tempur! Timnas Indonesia Latihan Perdana di Jeddah, Fokus Adaptasi Cuaca Panas

Pemain bertinggi 180 cm ini lahir di Den Bosch, Belanda pada 10 Desember 2008.

Ia berposisi sebagai bek tengah dengan kaki kiri dominan, membuatnya tangguh dalam duel udara dan solid dalam menjaga pertahanan.

Sejak usia lima tahun, ia sudah akrab dengan sepak bola. Feike memulai karier di klub amatir Zwaluw FC, lalu melanjutkan ke akademi Willem II pada usia tujuh tahun.

Akademi ini juga pernah melahirkan bintang besar seperti Virgil van Dijk, Frenkie de Jong, hingga Alexander Isak.

BACA JUGA:Siapa Sangka 4 Pemain Gunakan Paspor Palsu di JDT? Skandal Regulasi Liga Pemain Malaysia Akhirnya Terkuak!

Keinginan Feike membela Skuad Garuda Asia terungkap melalui laporan akun Instagram @futboll.indonesiaa.

"Feike Muller Latupeirissa mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia," tulis laporan tersebut.

"Dia berminat membela Indonesia jika federasi membutuhkan, dia tahu timnas Indonesia U-17 lolos Piala Dunia."

Masih dalam laporan yang sama, disebutkan, "Jika dibutuhkan dan bisa, dia mau membela timnas Indonesia."

BACA JUGA:Pembangunan Pabrik Koper Dimulai, Indramayu Siap Jadi Magnet Baru Investasi

Informasi itu semakin memperjelas bahwa Feike memiliki ketertarikan untuk naturalisasi dan mengabdikan diri kepada tanah leluhurnya.

Garis Keturunan Kakek dari Pihak Ibu 

Kakek dari pihak ibu Feike berasal dari Haria, Saparua, Maluku Tengah. "Kakeknya memiliki fam Maluku bernama Latupeirissa," jelas laporan akun tersebut.

Garis keturunan inilah yang menjadi alasan mengapa Feike bisa disebut sebagai pemain berdarah Indonesia meski lahir dan besar di Belanda.

BACA JUGA:Mau Pinjam Modal Usaha Online Ringan Cicilan? Cek Sekarang Juga Tabel KUR BRI Plafon Rp25 Juta 2025!

Namun, jalan Feike menuju timnas Indonesia masih penuh tantangan. Ia tidak memegang paspor Indonesia.

Regulasi yang ada menyebut pemain di bawah usia 18 tahun tidak bisa langsung diproses naturalisasi.

Kondisi itu membuat peluangnya membela timnas U-17 semakin kecil, karena pelatih Nova Arianto hanya bisa memanggil pemain keturunan yang memang sudah memegang paspor Indonesia.

Nova Arianto sendiri menekankan bahwa prioritasnya adalah mencari pemain yang siap secara dokumen, seperti Mathew Baker.

BACA JUGA:Ternyata Begini Cita Rasa Serabi Gupak yang Populer di Karangsinom Kandanghaur

Meski begitu, nama Feike tetap dianggap prospek menarik untuk masa depan.

Dengan pengalaman bermain di Belanda dan filosofi sepak bola yang menekankan taktik serta disiplin, kualitasnya sejalan dengan gaya yang ingin dibangun pelatih timnas U-17.

Feike adalah pemain yang terbentuk dengan sistem sepak bola Eropa.

Ia ditempa dengan ketekunan, kedisiplinan, serta pemahaman strategi yang matang.

BACA JUGA:Kampung Nelayan Sejahtera Diresmikan oleh Kemensos, 93 Rumah Layak Huni Siap Ditempati

Di usianya yang baru 16 tahun, ia sudah memperlihatkan bakat besar yang membuatnya pantas dipantau lebih jauh.

Tidak menutup kemungkinan, di masa depan Feike bisa memperkuat timnas Indonesia senior jika seluruh persyaratan kewarganegaraan terpenuhi.      

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait