Kasus Keracunan MBG Marak, BGN Akui Trauma Anak Orang Tua dan Janji Evaluasi Menyeluruh
Keterangan Pers Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana-- Youtube sekretariat negara-- radar indramayu
RADARINDRAMAYU.ID - Sebanyak 16 siswa dan seorang guru SDN 12 Benua Kayong dilarikan ke rumah sakit setelah diduga keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mereka mengeluh sesak napas hingga muntah-muntah dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr Agoesdjam Ketapang. Kasus ini bukan yang pertama.
Sebelumnya, lebih dari 300 siswa di Kabupaten Bandung Barat juga mengalami hal serupa hingga ditetapkan sebagai kejadian luar biasa, pada Kamis, 25, September 2025.
Terbaru ada kejadian yang sama juga di daerah Sumedang, sebanyak 70 siswa keracunan MBG, Jumat, 26, September 2025.
BACA JUGA:Thom Haye Blak-blakan Soal Liga Indonesia, Akui Belum Maksimal dan Masih Adaptasi di Persib Bandung
Peristiwa keracunan MBG bahkan pernah muncul di berbagai daerah lain sehingga memicu desakan evaluasi besar-besaran terhadap program ini.
Keracunan MBG Jadi Perhatian Kepala BGN
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengaku prihatin dengan kejadian yang berulang.
Ia menyadari insiden keracunan dapat menimbulkan trauma bagi anak maupun membuat orang tua semakin khawatir.
BACA JUGA:Persib Bandung Bawa 21 Pemain Hadapi Bangkok United di ACL Two, Bojan Hodak Harap Berguinho Bugar
“Kami sadari betul, di setiap kejadian pasti ada yang mengalami. Makanya saya selalu waswas dengan kejadian-kejadian seperti ini," ujar Dadan dalam konferensi pers.
"Karena tiap kejadian maka ada anak yang tersakiti atau penerima manfaat yang tersakiti, kepercayaan publik yang tergores, dan kemudian juga ada orang tua waswas,” tambahnya.
Menurutnya, BGN akan memperketat pengawasan dan berusaha keras agar kasus seperti ini tidak terulang.
“Makanya kami akan berusaha sebaik mungkin agar kejadian itu tidak terulang, dan target kita adalah nol kejadian,” sambungnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

