Bulog Indramayu Klarifikasi Isu Dugaan Penimbunan Beras di Gudang Lombang

Bulog Indramayu Klarifikasi Isu Dugaan Penimbunan Beras di Gudang Lombang

Didampingi Dedi Supriyadi (kiri), Kepala Cabang Bulog Indramayu Sri Wahyuni memberikan klarifikasi terkait dugaan penimbunan beras milik Bulog, Minggu (31/8/2025). --radarindramayu.id

RADARINDRAMAYU.ID – Viral di media sosial terkait dugaan penimbunan beras di sebuah gudang di Desa Lombang, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, akhirnya ditanggapi langsung oleh Kepala Cabang Bulog Indramayu, Sri Wahyuni.

Sri Wahyuni menegaskan bahwa beras yang tersimpan di gudang tersebut bukanlah hasil penimbunan, melainkan beras cadangan pemerintah yang berasal dari serapan gabah petani di wilayah Indramayu, khususnya di Kecamatan Juntinyuat.

“Saya mengklarifikasi bahwa ini (penimbunan) tidak benar, namun ini adalah beras Bulog dan betul beras cadangan pemerintah yang asalnya dari hasil serapan gabah petani di sekitar wilayah Indramayu di Kecamatan Juntinyuat," ujar Sri Wahyuni, saat meninjau ke lokasi, Minggu 31 Agustus 2025. 

BACA JUGA:Forkopimcam Juntinyuat Laksanakan Doa Bersama untuk Kondusifitas Daerah

Sri Wahyuni menegaskan bahwa beras tersebut bukan beras penimbunan, melainkan beras milik Bulog Indramayu

"Jadi tidak benar ini merupakan beras penimbunan. Yang benarnya ini beras milik Bulog, cadangan beras pemerintah yang hasilnya dari gilingan gabah petani Indramayu. Demikian klarifikasi saya, Pimpinan Bulog Cabang Indramayu,” tegasnya.

Isu dugaan penimbunan mencuat setelah sebuah video berisi rekaman kondisi gudang itu diunggah akun TikTok @naalbt, yang bahkan meminta Gubernur Dedi Mulyadi dan Bupati Lucky Hakim turun langsung ke lokasi, guna memeriksa kebenarannya.

BACA JUGA:Timnas Indonesia U23 di Kualifikasi Piala Asia 2026: Apakah Bisa Lancar di Tengah Gejolak Kerusuhan?

Pihak Bulog menjelaskan, mekanisme penyerapan gabah dilakukan melalui kerja sama dengan TNI dalam program Sergap (serap gabah petani). 

Setelah gabah dibeli dari petani, proses penggilingan dilakukan melalui mitra jasa giling. 

Karena kapasitas gudang Bulog penuh, maka Bulog mencari alternatif penyimpanan, baik dengan meminjam gudang mitra tanpa biaya, maupun menyewa gudang dari pihak swasta sesuai prosedur yang berlaku.

Direktur PT Tunas Mulya Group, Dedi Supriyadi, yang turut terlibat dalam kerja sama penyimpanan itu, menyampaikan bahwa penyewaan gudang dilakukan atas permintaan Bulog.

“Gudang itu sengaja disewa oleh PT Tunas Mulya Group kepada pemilik gudang bernama H Durosid, karena gudang Bulog Indramayu penuh sehingga kita berusaha menyewa milik H Durosid,” jelas Dedi kepada Radar Indramayu, Minggu 31 Agustus 2025. 

BACA JUGA:MD KAHMI Indramayu Keluarkan Pernyataan Sikap atas Situasi Nasional, Desak Investigasi Independen

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: