Harga Emas Antam Anjlok Tajam: Hari Ini Dekati Rp1,8 Juta per Gram, Apa Penyebabnya?

Harga Emas Antam Anjlok Tajam: Hari Ini Dekati Rp1,8 Juta per Gram, Apa Penyebabnya?

Harga Emas Antam Anjlok Tajam: Hari Ini Dekati Rp1,8 Juta per Gram, Apa Penyebabnya?-Radarindramayu-Radarindramayu.id

RADARINDRAMAYU.ID - Harga emas batangan dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Pada Selasa, 29 Juli 2025, harga jual emas tercatat menurun sebesar Rp64.000 per gram, sehingga saat ini berada di angka Rp1.906.000.

Perubahan yang besar ini cukup mengejutkan banyak pihak, terutama para investor yang selama ini menjadikan emas sebagai alat perlindungan nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi

Nilai buyback juga mengalami penurunan. Harga buyback emas Antam saat ini adalah Rp1.752.000 per gram.

BACA JUGA:Butuh Uang Cepat? Pinjam Aja di Aplikasi DANA, Begini Cara Pinjam Uang di DANA Lewat DANA Cicil

Penurunan signifikan ini memicu berbagai spekulasi di pasar, baik terkait risiko maupun peluang investasi. Bagi sejumlah orang, ini merupakan pertanda untuk berhati-hati.

Akan tetapi, bagi investor yang memiliki pandangan jangka panjang, situasi seperti ini dapat dipandang sebagai kesempatan untuk membeli dan mengumpulkan aset logam mulia

Berikut Rincian Lengkap Harga Emas Antam 2025

 

  • Harga 0,5 gram: Rp1.003.000
  • Harga 1 gram: Rp1.906.000
  • Harga 2 gram: Rp3.752.000
  • Harga 5 gram: Rp9.305.000
  • Harga 10 gram: Rp18.555.000
  • Harga 25 gram: Rp46.262.000
  • Harga 50 gram: Rp92.445.000
  • Harga 100 gram: Rp184.812.000
  • Harga 1.000 gram (1 kg): Rp1.846.600.000

BACA JUGA:Diburu 3 Klub Serie A, Fabrizio Romano Ungkap Rumitnya Transfer Jay Idzes, Jawabannya Bikin Kaget!

Harus diperhatikan bahwa harga itu belum mencakup pajak PPh 22, yaitu 0,45 persen untuk pembeli yang melampirkan NPWP dan 0,9 persen bagi yang tidak melampirkannya.

Kenapa Bisa Terjadi Penurunan? 

 

Penurunan ini dikatakan dipengaruhi oleh dinamika pasar global, khususnya setelah Federal Reserve Amerika Serikat tidak memberikan sinyal pengurangan suku bunga acuan seperti yang sebelumnya diharapkan oleh pelaku pasar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait