Kemenkes Targetkan Penyebaran Nyamuk Wolbachia Upaya Menurunkan Kasus DBD

Kemenkes Targetkan Penyebaran Nyamuk Wolbachia Upaya Menurunkan Kasus DBD

Nyamuk Wolbachia.-istimewa-RADAR INDRAMAYU

BANDUNG, RADARINDRAMAYU.ID  - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah menggalakkan strategi penurunan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan menargetkan penyebaran nyamuk Wolbachia. Upaya ini dilakukan agar dapat menurunkan kasus DBD menjadi hingga 10 kasus per 100.000 orang dari rerata 20-50 kasus per 100.000 orang yang terjadi saat ini.

"Kalau target nasional kita, incidence rate DBD itu 10 per kasus di antara 100.000 orang. Di bawah 10 kasus yang kena DBD itu merupakan target kita," ungkap Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu di Bandung, Senin (18/3).

Dikatakan Maxi, pelaksanaan penyebaran nyamuk Wolbahia telah diimplementasikan di lima kota, yaitu Jakarta Barat, Kota Bandung, Semarang, Bontang, dan Kupang. Maxi menjelaskan bahwa kelima kota tersebut dipilih sebagai proyek percontohan karena tingkat kejadian kasus DBD tertinggi di Indonesia, dengan Kota Bandung sebagai salah satunya.

Lebih lanjut Maxi menjelaskan bahwa penyebaran Wolbachia harus mencapai 60 persen dari populasi nyamuk untuk menurunkan angka kasus DBD. Setelah pencapaian tersebut, baru akan terlihat dampaknya satu hingga dua tahun ke depan.

BACA JUGA:Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Sita Belasan Ribu OKT

"Sampai nanti populasi nyamuk sudah sampai 60 persen di satu wilayah dan dianggap populasi nyamuk ber-Wolbachia itu sudah bisa menggantikan populasi nyamuk yang lokal. Sehingga sudah berdampak pada penurunan incidence rate-nya kasus DBD," tambahnya.

Penerapan strategi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah yang diwujudkan dalam Strategi Nasional (Stranas) Penanggulangan Dengue 2021-2025.

Ketua Peneliti Wolbachia UGM Adi Utarini, menekankan bahwa penggunaan bakteri Wolbachia tidak berpotensi menimbulkan penyakit baru. Selain itu, masyarakat diizinkan untuk membunuh nyamuk ketika berada di dalam rumah, karena sulit untuk membedakan mana nyamuk ber-Wolbachia dan nyamuk lokal.

"Jadi perilaku masyarakat silakan saja pakai obat nyamuk, pakai raket, baygon, itu tetap dilakukan. Jangan lupa pemberantasan sarang nyamuk (PSN) tetap harus dilakukan," jelas Adi.

BACA JUGA:Cuaca Buruk, Harga Gabah Turun Drastis Akan Tetapi Harga Beras Masih Tinggi

Dengan upaya penyebaran nyamuk ber-Wolbachia, Kemenkes berharap dapat mengurangi kasus DBD secara signifikan, menjadikan strategi ini sebagai langkah penting dalam upaya penanggulangan penyakit DBD di Indonesia. (antara)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: