Kisah Sang Maestro (2) Dapat Dukungan dari Budayawan Toto, Bangkit setelah Dua Dekade Vakum

Kisah Sang Maestro (2) Dapat Dukungan dari Budayawan Toto, Bangkit setelah Dua Dekade Vakum

PEDULI BUDAYA LOKAL: Bupati Indramayu Hj Nina Agustina SH MH CRA saat bertemu dengan seorang budayawan Toto yang pernah melakukan penelitian tari topeng Mimi Rasinah saat acara sarasehan budaya di Gedung Kesenian Indramyu.-Adun Sastra-RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID - Earli adalah generasi ke-11 penari tari topeng yang sengaja dididik oleh Mimi Rasinah untuk meneruskan perjuangannya. Karena dari sekian cucu, Earli yang dianggap berbakat dan mampu melanjutkan kebudayaan seni topeng sang legenda tersebut.

Diakui Earli, seni tari topeng yang sudah digeluti Mimi Rasinah sejak kecil itu sempat  berhenti total selama dua puluh tahun.

Alasan berhenti karena selama itu tidak yang memperhatikan nasib sang legenda tari topeng dan dianggap tari topeng itu kuno dan masyarakat tak lagi tertarik saat itu.

Ia juga akhirnya memilih untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya dengan alih profesi. Yakni mendirikan kesenian sandiwara dengan nama Sandiwara Harum Jaya. Saat itu Pemerintah Kabupaten Indramayu dipimpin oleh Bupati Dasuki.

BACA JUGA:Menpora Dito Ariotedjo: Piala Dunia U-17 Dimulai Besok

BACA JUGA:Sidang Panji Gumilang Pertama, ASRI: Sidang Ini Jangan Dianggap Main-main

Di era kepemimpinan Bupati Dasuki, lanjutnya, Mimi Rasinah juga diajak untuk mendidik tari seni di lingkungan Pemkab Indramayu. Padahal, dia adalah perempuan pertama yang melakoni kesenian tari ini.

Awalnya, tari topeng hanya ditarikan oleh pria, sedangkan para wanita menarikan tari ronggeng. Namun karena tari ronggeng identik dengan tarian untuk menggoda pria, maka untuk menyelamatkan kehormatan anaknya, ayah Mimi Rasinah pun memutuskan untuk mengajarkan tari topeng ke putrinya.

Di masa kevakuman tari topeng Mimi Rasinah, ada seorang peneliti yang juga dari kalangan akademisi datang ke Indramayu. Dia adalah Bapak Toto, seorang dosen dari ISTI (Institut Seni Tari Indonesia) Bandung dan sedang melakukan penelitian tentang seni budaya di Indramayu.

“Beliau selama tujuh tahun melakukan penelitian di Indramayu,” jelas istri dari Suami Ade Jayani SSn yang sama-sama alumnus Jurusan Tari STSI yang kini bernama ISBI Bandung.

BACA JUGA:Pakai Rompi Oranye Panji GumilangTurun dari Mobil Masuki Ruang Sidang dan Mulai Diadili

BACA JUGA:Tingkatkan Kehandalan Untuk Peningkatan Produksi Migas, PT Pertamina EP Sisip Pipa MOLXAP-MGS

Diceritakan Earli, sosok nama Mimi Rasinah tak asing di telinga sang peneliti Toto. Hanya, saat itu ia tidak tahu dimana tempat tinggal Mimi Rasinah. Dan ketika itu sempat mencari nama Mimi Rasinah kemana-mana.

Tepatnya tahun 1994, ada keluarga di Desa Pekandangan menggelar pentas seni tari topeng yaitu dari Sanggar Mulia Bakti. Kebetulan, saat itu Mimi Rasinah berada di lokasi hajatan keluarganya. Karena ia pandai menari tari topeng akhirnya dalam hatinya tertarik ingin menari tari topeng.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: