Harga Gabah Menggila, Pecah Rekor Lagi, Kini Tembus Rp8000 Perkilo

Harga Gabah Menggila, Pecah Rekor Lagi, Kini Tembus Rp8000 Perkilo

PECAH REKOR – Harga gabah kering panen kembali pecah rekor. Gabah kualitas super kini sudah menyentuh Rp800 ribu perkuintal.-KHOLIL IBRAHIM-RADAR INDRAMAYU

BONGAS, RADARINDRAMAYU.ID - Harga Gabah Kering Panen (GKP) menggila. Hingga berulang kali pecah rekor tertinggi. Kini ditingkat petani, harga gabah sudah menyentuh Rp800 ribu perkuintal atau Rp8000 perkilogram.

Sejumlah bandar mengaku, angka tersebut merupakan harga tertinggi sepanjang sejarah jual beli gabah di Kabupaten Indramayu.

"Pecah rekor ini. Luar biasa betul. Selama saya jadi bandar gabah belasan tahun, baru sekarang ini harganya gila-gilaan. Biasanya paling mentok satu kuintal Rp700 ribu lebih sedikit," ucap Djanur, bandar gabah asal Kecamatan Bongas, Minggu ( (7/9).

Diakuinya, harga tertinggi itu dicapai untuk jenis gabah kualitas super. Seperti padi IR, hasil panen para petani diwilayah Kecamatan Bongas.

BACA JUGA:Kampanyekan Operasi Zebra Lodaya 2023, Polres Indramayu Libatkan Seniman Lokal

BACA JUGA:Prediksi Timnas Indonesia U-23 vs Turkmenistan U-23 Malam Ini. Pasti Bisa, Marselino!

Namun demikian, gabah kualitas sedang seperti jenis Kebo juga mengalami kenaikan sangat signifikan. “Semua jenis gabah gak ada lagi yang murah sekarang,” lanjutnya.

Pergerakan harga gabah, sudah terjadi saat memasuki awal bulan Agustus lalu. Kala itu, harga gabah sudah pecah rekor, menyentuh Rp730-750 ribu per kuintal.

Lalu beberapa pekan kemudian, rekor tersebut kembali pecah tatkala harga gabah mencapai Rp780 ribu perkuintal. “Serang sudah tembus Rp800 ribu sekuintal,” kata dia.

Menurutnya, trend kenaikan harga gabah diprediksi bakal terus berlanjut. Penyebabnya, musim panen gadu yang tidak serentak.

BACA JUGA:Siap-siap! Panselnas Masih Godok Regulasi Pengadaan CPNS dan PPPK 2023

BACA JUGA:IU Konsorsium Penabulu STPI Dorong Lintas Sektoral Tangani TBC Di Indramayu

Kemudian, melonjaknya harga gabah juga dipicu oleh masuknya para bandar gabah dari luar daerah. Seperti Kabupaten Subang, Karawang sampai Purwakarta.

Mereka bersaing berburu gabah langsung ke para petani. Terutama kualitas super. Untuk dijadikan bahan baku beras premium. Persaingan ini membuat harga gabah terkerek.

“Bandar gabah lokal mah gak sanggup beli. Harganya sudah kelewat mahal. Sampai ada bandar luar yang berani beli gabah Rp810 ribu sekuintal. Untung buat petani. Sudah sekian lama menunggu, sampai akhirnya harga bisa di atas wajar," ujarnya.

Kirba, bandar gabah lainnya menuturkan, kenaikan harga gabah yang makin tak terkendali saat ini memunculkan masalah baru. Yakni pabrik penggilingan padi terancam tutup alias tak beroperasi. Lantaran kesulitan mendapatkan gabah untuk digiling.

BACA JUGA:Tekan Biaya Makan, Konsumen Beralih Beli Beras Menyan

BACA JUGA:Ini yang Dibahas Presiden Jokowi dan PM Meloni Pertemuannya di India

"Teman-teman penggilingan padi pastinya juga kesulitan mendapatkan gabah. Resikonya ya mereka pilih tutup sementara sampai harga gabahnya terjangkau,” tandasnya. (kho)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: