Banjir Rob Juga Terjadi di Desa Cangkring dan Cemara Kecamatan Cantigi

Banjir Rob Juga Terjadi di Desa Cangkring dan Cemara Kecamatan Cantigi

Banjir rob juga melanda Kecamatan Cantigi Kabupaten Indramayu, akibat curah hujan yang tinggi, Sabtu, 31 Desember 2023-istimewa-

INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID - Curah hujan yang tinggi disertai dengan intensitas yang lebat beberapa hari ini membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu kembali terkena banjir rob.

 

Selain di wilayah Eretan Kecamatan Kandanghaur  banjir rob ternyata juga terjadi di Desa Cangkring dan Desa Cemara Kecamatan Cantigi.

 

Seperti diktehui, berdasarkan rilis yang dikeluarkan BKMG per tanggal 21 Desember 2022, mulai tanggal 27 Desember 2022 – 2 Januari 2023 akan berpotensi hujan lebat dan sangat lebat yang terjadi di sebagian wilayah di Indonesia salah satunya di Jawa Barat.

 

Selain itu, mengakibatkan pula adanya potensi banjir rob yang terjadi di pesisir Jawa Barat yang diperkirakan akan berlangsung antara tanggal 20 – 31 Desember 2022.

BACA JUGA:Banjir Rob Kembali Terjang Eretan

“Untuk banjir rob sendiri selain dipengaruhi oleh cuaca ektrem yang terjadi saat ini, sudah biasa terjadi di wilayah kami yakni di Desa Cangkring dan Desa Cemara. Karena memang kondisi kewilayahannya berada di muara sungai yang bermuara ke laut jadi sangat dekat dengan laut,” ujar Camat Cantigi Winaryo, Sabtu, 31 Desember 2022.

 

Winaryo mengungkapkan, terdapat tiga RT yakni RT 6, 7 dan 8 yang lokasinya berada di ujung desa yang permukiman warganya terendam diakibatkan oleh banjir rob.

 

Namun demikian, pihaknya telah mengantisipasi hal tersebut jauh-jauh hari dengan melakukan imbauan dan sosialisasi kepada warga, agar tetap waspada dan selalu berhati-hati. Terutama bagi masyarakat nelayan serta masyarakat di wilayah Kecamatan Cantigi lainnya.

 

“Terdapat 3 RT yang terdampak, namun demikian kami sudah lakukan sosialisasi dan imbauan sebelumnya,” tegasnya.

BACA JUGA:Berbagi Peduli di Penghujung Tahun, Pertamina Balongan Santuni 500 Anak Yatim

Banjir rob sendiri, lanjut Winaryo,  selain diakibatkan pasang air laut juga diakibatkan musim rendeng. Sehingga pasokan air dari hulu yang melintasi sungai di wilayah tersebut bertemu dengan pasang air laut yang mengakibatkan meluapnya air ke permukiman warga.

 

Winaryo juga menambahkan, ketinggian air yang merendam permukiman saat ini berkisar antara 10 hingga 50 cm atau setara dari mata kaki hingga lutut orang dewasa, sehingga mengakibatkan sebagian besar aktivitas warga terganggu.

 

“Saat ini banjir rob yang terjadi sudah mencapai lutut orang dewasa, dan untuk terjadinya itu biasanya mulai dari subuh hingga jam 10.00. Setelah itu mulai surut kembali hingga jam 13.00 atau antara 2 sampai 3 jam kemudian surut kembali. Begitu setiap harinya dan kejadian ini sudah berlangsung sejak seminggu yang lalu,” jelasnya.

 

Menghadapi hal tersebut, Winaryo bersama dengan jajaran Pemerintah Kecamatan Cantigi terus menghimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati serta telah melakukan upaya tindak lanjut dengan melakukan koordinasi dengan dinas terkait seperti BPBD, DINSOS, DKPP serta melaporkan kondisi terkini kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu.

 

Selain mengakibatkan terjadinya banjir rob, cuaca ektrem juga mengakibatkan hujan lebat disertai angin kencang yang menyebabkan robohnya baliho yang terletak di depan Balai Desa Cangkring. Namun demikian, tidak ada korban jiwa dan material yang diakibatkan kejadian tersebut karena saat robohnya baliho tersebut, kondisi sedang lengang. (oet)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: