Hari Ini, Sekolah Siapkan Satgas Covid-19 PTM Terbatas PPKM Level 3 Dimulai

Hari Ini, Sekolah Siapkan Satgas Covid-19 PTM Terbatas PPKM Level 3 Dimulai

INDRAMAYU-Sejumlah sekolah diwilayah Kabupaten Indramayu bagian barat (Inbar) menyambut antusias rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas mulai hari ini, Senin (16/8) .

Meskipun nantinya kegiatan belajar mengajar di tahun ajaran 20021/2022 ini dilakukan berbeda dari sebelumnya. Lantaran harus sesuai protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

SMP Negeri 1 Anjatan misalnya. Menyatakan kesiapannya melaksanakan PTM Terbatas PPKM Level 3 sesuai edaran dari Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu.

Kesiapan diwujudkan dengan mempersiapkan infrastruktur penunjang prokes, penerapan skema pola pembelajaran hingga vaksinasi bagi tenaga pendidik dan kependidikan.

Tak hanya terkait dengan sarana dan prasaran penunjang protokol kesehatan. Seperti hand sanitizer, penyiapan fasilitas cuci tangan, skrining suhu, masker, fasilitas sterilisasi alat dan ruang praktik, hingga pengaturan layout tempat duduk siswa berjarak.

SMPN 1 Anjatan juga sudah menyiapkan Satgas Covid-19 tingkat sekolah. Tugasnya memantau disiplin penerapan protokol kesehatan dilingkungan sekolah.

Atas kesiapan itu, sekolah menengah pertama favorit yang terletak di tepi jalan raya Kopyah Timur-Anjatan itu telah mengantongi rekomendasi dari tim verifakor Satgas Covid-19 Kecamatan Anjatan.

“Kami sudah maksimal mempersiapkan sarana dan prasarana penunjang secara optimal. Salah satunya yakni penerapan prokes secara ketat sebagai usaha pencegahan penyebaran Covid-19. Supaya tidak terjadi klaster baru di area sekolah,” kata kepala SMPN 1 Anjatan, Muhadi MPd kepada Radar, Sabtu (14/8).

Tak hanya guru dan tenaga staf. SMPN 1 Anjatan telah memastikan kesiapan orang tua berikut siswa untuk mengikuti aturan pelaksanaan PTM Terbatas mengacu pada panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Bahkan sekolah terus menjalin komunikasi yang intensif bersama para orang tua siswa supaya mereka mengkondinasikan kesiapan peserta didik. Sebab, dalam skema PTM Terbatas ini orang tua juga berkesempatan untuk memberikan pilihan bagi anaknya ikut atau tidak. Karena PTM hanya dilakukan terbatas, secara otomatis PJJ juga menjadi opsi pembelajaran yang dapat terus disediakan oleh sekolah.

Kemudian, orang tua perlu memantau anak-anaknya agar tidak boleh mampir, bergerombol dan berkerumun dalam jumlah banyak, terutama setelah mereka mengikuti kegiatan PTM di sekolah.

“Jadi ini masih masa transisi dalam rangka mengembalikan kondisi proses pembelajaran. Setiap prosesnya harus dilakukan secara teliti. Kami meminta kerja sama semua pihak, termasuk orang tua dan masyarakat agar mendukung praktik PTM Terbatas di sekolah,” tandas Muhadi.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan  Kabupaten Indramayu mengumukan PMT Terbatas untuk jenjang pendidikan PAUD, SD, SMP dan Pendidikan Non Formal (PNF) akan dimulai, Senin (16/8).

PTM Terbatas dilakukan dengan pengawasan dan pelaksanaan protokol kesehatan yang sangat ketat merujuk Surat Edaran (SE) Bupati Indramayu No. 443/1740/Org tentang PPKM Level 3 Covid -19.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: