4 Titik Tanggul Kritis Rawan Jebol
INDRAMAYU-Sedikitnya 4 titik tanggul di sepanjang aliran Sungai Cipanas Wilayah Kecamatan Losarang dilaporkan dalam kondisi rusak dan kritis. Perlu penanganan mendesak untuk mencegah terjadinya bencana banjir berulang.
Laporan itu disampaikan Satgas Penanggulangan Bencana Alam (PBA) Kecamatan Losarang usai melakukan pemantauan di sejumlah titik tanggul dalam beberapa hari terakhir.
Kerusakan tanggul paling parah diketahui terdapat di Desa Rajaiyang. Mengalami longsor sepanjang sekitar 10 meter dengan kedalaman 5-6 meter dari ketinggian tanggul normal.
Longsornya tanggul membuat pintu air ambruk dan berpotensi jebol jika terjadi kenaikan debit air serta hujan dengan intensitas tinggi.
Satkorlak Penanggulangan Bencana Alam (PBA) Kecamatan Losarang bergerak cepat. Melakukan langkah darurat. Agar longsornya tanggul tidak memicu terjadinya banjir.
“Untuk penanganan darurat, kita akan gerakkan warga untuk melaksanakan gotong royong perbaikan tanggul. Secepatnya,” kata Camat Losarang Opik Hidayat SSos didampingi Kapolsek Losarang Kompol H Mashudi SH MH serta Danramil 1611/Losarang Kapt Arh Supangkat, Rabu (17/11).
Selain di Desa Rajaiyang, tanggul kritis juga terdeteksi di Desa Puntang. Tepatnya di Blok Surna. Tanggul mengalami retak dipicu oleh sedimentasi bibir sungai Cipanas.
Kemudian, lokasi lainnya yaitu di belakang Pabrik GII Desa Santing. Selain posisi tanggul yang rendah juga tipis. Potensi terjadinya tanggul jebol ikut dipicu badan Sungai Cipanas yang menikung.
Tingkat elevasi tanah pada tanggul di wilayah tersebut cukup tinggi. Sehingga, tidak sedikit tanggul yang tergerus oleh debit sungai yang cukup tinggi. Di samping itu, kontur tanah di tanggul tersebut sangat mudah terkikis.
Kritisnya dua tanggul di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipanas itu membuat penduduk disana waswas. Khawatir jebol atau air melimpas tatkala debit sungai Cipanas naik. “Berpotensi jebol atau air melimpas saat debit sungai Cipanas tinggi,” kata Kompol Mashudi.
Menurutnya, dampak yang terjadi bila tanggul tersebut jebol, dapat merendam areal pemukiman warga di Desa Santing, Muntur dan Desa Losarang. “Jalur pantura bisa terdampak. Karena jaraknya cukup dekat, sekitar 1,5 kilometer,” ujarnya.
Satu lagi lokasi tanggul yang rawan menjadi pemicu banjir yaitu tanggul Kali Tuan di Desa Krimun. Dilaporkan amblas Sepanjang sekitar 40 meter. Lokasinya di Blok Majakerta, satu kilometer sebelah selatan dari permukiman penduduk.
Kondisi ini membuat warga disana berada dalam ancaman banjir besar seperti kejadian awal tahun lalu. Apalagi, lokasinya berdekatan dengan tanggul yang sebelumnya pernah jebol yakni di Blok Depok.
“Sejauh ini baru beberapa titik tanggul yang diketahui rawan jebol. Kami dan juga rekan Forkompimcam maupun Pemerintah Desa terus melakukan pemantauan dan mencari solusi agar bencana banjir jangan sampai terjai lagi,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

