Lolos Diklat, 75 Cakep SD Miliki Inovasi Pendidikan
INDRAMAYU- Sebanyak 75 peserta dinyatakan lolos seleksi Diklat Calon Kepala Sekolah (Cakep) SD yang digelar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Indramayu.
Para peserta ini telah mengikuti pembelajaran dengan metode Blended Learning selama tiga bulan sejak Juni lalu dan ditutup, Jumat (27/8), di Ruang Indramayu Command Center (ICC).
Dalam acara penutupan, Bupati Indramayu Hj Nina Agustina SH MH melalui Asisten Daerah (Asda) Administrasi Setda Kabupaten Indramayu Suwenda Asmita mengatakan, 75 peserta diklat melahirkan banyak inovasi. Inovasi yang muncul saat diklat, lanjut Suwenda, diharapkan bisa diterapkan di sekolah masing-masing setelah resmi dilantik menjadi kepala sekolah nanti.
“Tentunya akan menjadi inovasi di masing-masing sekolah dan menjadi Inovasi Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam meningkatkan mutu pendidikan,” katanya.
Menurutnya, peserta diklat calon kepala sekolah SD di Indramayu itu telah memiliki kompetensi manejerial, kepribadian, supervisi dan sosial.
Sehingga, kedepan dituntut mampu dijadikan pondasi dan fundamental dalam meningkatkan kinerja calon kepala sekolah. “Tentu calon kepala sekolah harus berkomitmen bersama-sama dengan satuan pendidikan untuk berbuat lebih dalam membangun sekaligus memajukan Kabupaten Indramayu,” ujarnya.
Suwenda berharap, calon kepala sekolah ini dapat menjadi penggerak atau lokomotif dalam meningkatkan mutu pendidikan sehingga upaya inovasi dan kreativitas diharapkan bisa dipertahankan untuk memberikan pembelajaran kepada peserta didik.
Terlebih, menghadapi era revolusi industri 4.0 di masa Covid-19, dimana segala aktivitas pembelajaran dilakukan menggunakan sistem daring.
“Secara tidak langsung telah memanfaatkan teknologi informasi media sosial yang tersedia, guna terciptanya masyarakat yang berkualitas, maju dalam Iptek, tanggap dan responsif dalam menghadapi tantangan global,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur BKPSDM Indramayu Hj Uum Umiati menerangkan, total peserta yang mengikuti diklat calon kepala sekolah di Kabupaten Indramayu sebanyak 75 orang dari sebelumnya 80 orang. “Karena faktor usia 2 orang tidak diikut sertakan, 3 orang peserta lainnya meninggal dunia akibat sakit pada saat proses pembelajaran,” kata Uum. (rls/oet)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

