Trauma Pemadaman, Lampu Emergensi Diburu

Trauma Pemadaman, Lampu Emergensi Diburu

INDRAMAYU - Sedia lampu darurat sebelum kejadian mati lampu berulang. Kalimat itu sepertinya cocok untuk menggambarkan naiknya penjualan lampu emergensi seiring antisipasi masyarakat menghadapi pemadaman listrik.

Lampu emergensi atau sering disebut lampu cas, penjualannya memang lagi meningkat. Menyusul kejadian pemadaman listrik mendadak secara serentak beberapa hari lalu.

Khawatir akan ada pemadaman susulan, toko elektronikpun diserbu pembeli. “Permintaan lampu emergensi lagi naik. Padahal sebelumnya peminatnya jarang,” kata Wawan, karyawan toko elektronik di kawasan pasar Patrol, Jumat (1/10).

Konsumen lanjut dia, mencari lampu emergensi mulai dari jenis dan ukuran yang kecil sampai yang besar. Namun dari sekian banyak pilihan jenis dan merk, konsumen lebih memilih lampu cadangan yang tahan lama, hemat, dan terangnya bisa sampai 24 jam.

Di tokonya disediakan berbagai jenis lampu emergensi mulai dari harga puluhan ribu sampai ratusan ribu. Bahkan, saat ini lampu emergensi sudah dilengkapi dengan radio fm dan penunjuk waktu.

“Lampu darurat diburu karena harganya terjangkau dan bisa diisi ulang. Ada juga konsumen yang sekadar mencari batrenya saja. Karena memang, jenis lampu yang satu ini kalau tidak dipergunakan dalam jangka waktu yang lama batrenya akan rusak,” terang Wawan.

Salah seorang pembeli Supari mengaku membeli lampu lampu emergensi untuk kebutuhan darurat saat mati lampu terutama malam hari. Penggunaan lampu ini dinilai lebih hemat dan terangnya juga merata.  “Lampu cas lebih terang dibandingkan dengan lilin yang pasti sangat menguras kantong dan juga rawan bahaya kebakaran,” kata dia. (kho)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: