Berawal dari Banjir, Hera Sulap Bonggol Pisang Menjadi Uang
Bonggol pisang bisa menjadi uang? Kelihatanya aneh. Tapi di mata Hera Wijaya (25), warga Desa Pringgacala Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu, ternyata bukan hal yang aneh. Ia mampu menyulap bonggol pisang yang tak berguna menjadi makanan ringan yang renyah dan gurih. Tentu saja laku dijual dan menghasilkan uang. Mau tau ceritanya?
UTOYO PRIE ACHDI, Indramayu
BERAWAL dari tugas kampus untuk membuat suatu inovasi, lulusan Universitas Muhammadiyah Cirebon, Jawa Barat ini justru menemukan ide dari banyaknya bonggol pisang. Bonggol pisang di dekat rumahnya yang dibuang sembarangan di saluran. Akibatnya kerap menyebabkan banjir ketika turun hujan.
Hera pun berpikir bagaimana caranya untuk memanfaatkan bonggol pisang yang cukup banyak, agar berguna dan bernilai jual. Bisa dimakan dan menghasilkan pendapatan.
Hera mencoba melakukan riset di Bandung, dengan menghubungi teman-temanya yang ahli di bidang olahan makanan. Akhirnya diperoleh ide untuk membuat bonggol pisang menjadi keripik. “Risetnya cukup lama dan hingga beberapa kali. Karena bonggol pisang memang tinggi kadar airnya,” ungkap Hera.
Proses pembuatan keripik bonggol pisang yang kemudian diberi nama \"Bongsang\" ini cukup lama. Bonggol pisang dikupas dan dibersihkan terlebih dahulu. Selanjutnya direndam dalam air untuk menghilangkan getahnya. Bonggol pisang lalu dipotong-potong dan digiling halus, kemudian dicampur bumbu rempah.
Ada pengalaman menarik ketika awal-awal menggiling bonggol pisang. Hera mendatangi tempat penggilingan kelapa, untuk ikut menggiling bonggol pisang. Beberapa kali ikut menggiling, hingga pada akhirnya pemilik penggilingan kelapa protes. Alatnya ternyata rusak gara-gara sering dipakai menggiling bonggol pisang.
“Saat itu saya harus menanggung kerusakan. Dari situlah akhirnya saya berpikir untuk mencari alat penggilingan baru,” ungkap Hera.
Bonggol pisang yang telah digiling halus, dipipihkan lalu dikeringkan dengan cara dijemur atau dioven. Proses selanjutnya digoreng, ditiriskan, dan dikemas (packing) dengan kemasan yang menarik.
Dalam menjalankan usahanya, Hera dibantu keluarganya, termasuk ibu bapaknya, dan para tetangga terutama ibu-ibu rumah tangga. Mereka senang bisa ikut bekerja.
Saat ini, keripik Bonggol Pisang (Bongsang) sudah bisa didapatkan secara online maupun offline. Rasanya yang renyah dan gurih, membuat Bongsang banyak disuka anak-anak muda maupun orang tua. Selain dijual secara langsung, Bongsang juga bisa diperoleh secara online. Keterangan lengkap bisa dilihat di Instagram @bongsang.id. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

