Vaksinasi Masal bagi Lansia
INDRAMAYU-Satuan Gugus Tugas Percepatan Penangangan (Satgas GTTP) Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kabupaten Indramayu lagi menggencarkan vaksinasi masal. Termasuk kepada warga lanjut usia (lansia).
Upaya ini dilakukan lantaran orang pada usia di atas 60 tahun terbukti paling berisiko terpapar hingga meninggal.
Namun ikhtiar pemerintah bagi lansia yang dikategorikan sebagai kalangan prioritas penerima vaksin setelah tenaga kesehatan dan petugas publik, menuai kendala di lapangan. Banyak lansia yang tidak memenuhi prasyarat vaksinasi Covid-19. Sehingga terjadi penundaan.
Seperti dialami Satgas Covid-19 Desa Limpas, Kecamatan Patrol. Saat melakukan pendataan dan verifikasi para lansia calon peserta vaksinasi masal Covid-19, banyak yang tidak lolos persyaratan kesehatan.
Salah satunya karena memiliki riwayat kesehatan darah tinggi atau hipertensi.
“Jadi bukan karena para lansia ini tidak mau divaksin. Tapi setelah ditanyakan riwayat kesehatannya, mereka mengaku memiliki riwayat darah tinggi,” ungkap Ketua Satgas yang juga Kuwu Limpas, Tato kepada Radar Indramayu, Selasa (5/10).
Selain hipertensi, mereka juga mengaku memiliki riwayat penyakit kronis lainnya seperti jantung dan diabetes.
Sehingga, ketimbang dipaksakan untuk mengikuti vaksinasi, para lansia itu memilih untuk menundanya. “Khawatir saja kalau nantinya setelah divaksin malam memperburuk keadaannya. Jadi lebih baik ditunda dulu,” ujarnya.
Kuwu Tato mengakui, cakupan penerima vaksin di usia di atas 60 tahun di desanya masih cukup rendah jika dibandingkan dengan kelompok prioritas lainnya.
Pun demikian, pihaknya tetap mewanti-wanti agar mereka terus menerapkan disiplin protokol kesehatan. Termasuk pula kepada masyarakat yang sudah menerima vaksin.
Harus terus menerapkan perilaku sehat 4M sebagai upaya pencegahan yang sangat penting.
Yaitu disiplin memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. (kho)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

