Modal Buku Nikah Tak Terbaca, Kursin Punya KK dan KTP

Modal Buku Nikah Tak Terbaca, Kursin Punya KK dan KTP

Pak Kursin, warga Desa Jayawinangun Kecamatan Kedokanbunder Kabupaten Indramayu datang ke kantor kecamatan setempat, untuk mengurus administrasi kependudukan berupa kartu keluarga (KK). Ia datang dengan mambawa buku nikah. Tapi buku nikah itu ternyata  sudah tak terbaca. Tulisannya hilang ditelan zaman.

UTOYO PRIE ACHDI, Indramayu

PETUGAS Pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) Kecamatan Kedokanbunder tentu saja dibuat bingung. Pasalnya, buku nikah yang dibawa dalam keadaan sobek dan sudah tidak ada tulisan tinta di buku tersebut. Pak Kursin terpaksa memuat buku nikah, lantaran KK sebelumnya hilang entah kemana. “Hilang saat pembongkaran rumah,” ungkapnya.

Ketika memeriksa buku nikah, petugas kebingungan karena buku sudah terpotong menjadi dua bagian, bahkan sudah tidak ada tulisan identitas yang biasa ditulis dengan tinta dan dapat dibaca.

Melihat kondisi demikian, petugas dapat memaklumi. Petugas terpaksa melakukan interview langsung dengan Pak Kursin, tentang kapan menikah dan dengan siapa.

“Di buku nikahnya tidak ada tulisan karena sudah hilang termakan usia. Namun kita bisa langsung dapat informasi langsung dari yang bersangkutan tentang statusnya,” kata Insi, petugas Adminduk Kecamatan Kedokan Bunder dengan ramah di kantornya, Kamis (14/10).

Camat Kedokan Bunder, Andri M Shaleh AP MSi mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi warganya yang memiliki tanggung jawab untuk menyimpan dan merawat dokumen kependudukan sejak lama, seperti Pak Kursin.

“Ini luar biasa. Dokumen sejak tahun 1985 semenjak nikah masih ada dan tersimpan walaupun kondisinya sudah rusak,” kata Andri.

Sementara itu, Kursin seusai mengurus dokumen kependudukan mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada seluruh jajaran di Kantor Kecamatan Kedokan Bunder karena telah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakatnya.

Ia awalnya mengaku kebingungan karena KK yang lama hilang. Sementara buku nikah sebagai persyaratan juga sudah rusak dan tak terbaca.

“Alhamdulilah KTP dan KK saya sudah jadi semua dengan waktu yang tidak lama. Pelayanannya ramah, akrab dan ternyata membuat KTP dan KK itu gratis. Saya mau bayar ternyata ditolak,” kata Pak Kursin. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: