Pedagang Merasa Terbantu, Berharap Jadi Agenda Rutin

Pedagang Merasa Terbantu, Berharap Jadi Agenda Rutin

Para pedagang pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) mengapresiasi Gerakan Bulan Belanja Rp494 ribu di Warung Tetangga. Mereka mengaku sangat terbantu program yang diinisiasi serta diluncurkan Bupati Hj Nina Agustina SH CH MRA dalam rangka momentum Hari Jadi ke-494 Kabupaten Indramayu itu.

KHOLIL IBRAHIM, Indramayu

SEJUMLAH pedagang berharap, Gerakan Bulan Belanja di Warung Tetangga bagi para pejabat, direksi BUMD hingga Kuwu dan Lurah tersebut dapat menjadi agenda rutin.

“Ya, sangat terbantu sekali. Kita pedagang kecil mah seneng ada program seperti ini. Kalau bisa sih terus, gak pas hari jadi aja ya,” tutur Linda, pedagang kelontong di Desa Kopyah, Kecamatan Anjatan, akhir pekan kemarin (16/10).

Semisal, sebutnya, saat peringatan hari besar nasional ataupun menjelang bulan suci Ramadan. Hal ini supaya, ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah terus berdaya. Dengan program belanja di warung tetangga, juga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Ibu dua orang anak ini mengaku, menjamurnya mini market yang hampir ada disetiap desa, membuat warung maupun toko kecil terdampak. Banyak warga yang memilih belanja disana.

Padahal kebutuhan dasar seperti beras, telur, sabun, sayuran sampai cemilan juga tersedia di warung tetangga. Malah harganya lebih murah.

Senada disampaikan Toipah, pedagang lainnya. Dia merasakan manfaat dan keuntungan dari program Bulan Belanja Rp494 ribu di Warung Tetangga. Karena itu, iapun tak keberatan menyediakan nota, difoto atau divideokan sebagai bukti dokumentasi.

“Gak pa-pa malah seneng. Wong mereka itu tetangga sendiri sudah jadi pelanggan sejak lama. Kalau belanja ya kesini. Apalagi sekarang belanjanya banyak, ya tambah seneng,” ujarnya.

Serupa dengan Linda, ibu 3 orang anak itu juga berharap program serupa juga terus berlanjut. Meskipun nilai uang yang dibelanjakan nantinya tidak lagi besar, tetapi paling tidak dapat menjaga pelanggan tidak berbelanja ke tempat lain.

Sementara itu, Dumyati, salah seorang PNS mengatakan, dirinya rutin belanja diwarung atau toko tetangga. Bahkan, hampir setiap pagi dan sehabis pulang kantor.

“Beli sarapan ya di warung tetangga sebelah rumah. Kalau belanja sembako di warung depan pinggir jalan. Suami dan anak-anak  juga sama disitu. Sudah jadi kebiasaan,” katanya.

Ia membenarkan, tidak sedikit pemilik warung di lingkungannya masuk dalam kategori pas-pasan. Dari hasil pendapatan berjualan itu, terkadang hanya cukup untuk makan.

Maka dengan belanja pada tetangga, dia ikut berperan membantu meningkatkan dan menghidupkan ekonomi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: