Harga Minyak Goreng Naik, Pengusaha Kerupuk Merugi

Harga Minyak Goreng Naik, Pengusaha Kerupuk Merugi

INDRAMAYU-Kabupaten Indramayu memiliki sentra pembuatan kerupuk di Desa Kenanga Blok Dukuh Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Aneka macam kerupuk diproduksi di tempat ini. Mulai dari kerupuk udang, kerupuk ikan, kerupuk bawang hingga kerupuk jengkol.

Namun belakangan para pengusaha kerupuk mengeluh, karena harga minyak goreng mengalami kenaikan cukup signifikan. Begitu juga harga sejumlah komponen lainnya. Mereka pun mengaku tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah.

Pasalnya, mereka tidak mungkin untuk menaikan harga jual kerupuk, meski harga minyak goreng dan komponen lainnya naik.

“Sekarang penjulan lagi turun sementara harga minyak naik. Jadi kami tidak mungkin untuk menaikan harga jual, dengan kondisi seperti ini,” ungkap Kolinih, pengusaha kerupuk Wira Jaya, Senin (8/11).

Diungkapkan Kolinih, harga minyak goreng curah yang semula Rp10 ribu/kg, sekarang naik menjadi Rp18 ribu/kg. Begitu juga harga sejumlah komponen lainnya seperti pengembang, penyedap dan lain-lain.

Dengan kondisi ini pengusaha kerupuk sangat dirugikan. Karena mereka tidak bisa menaikan harga jual, sehingga pendapatan dipastikan mengalami penurunan. Ia berharap kepada pemerintah untuk bisa mengatasi persoalan ini.

Kolinih menambahkan, produk kerupuk miliknya saat ini dipasarkan ke sejumlah wilayah di Indonesia. Bukan hanya ke wilayah Indramayu saja, namun sudah sampai ke Tasikmalaya, Ciamis, hingga ke Kudus Jawa Tengah.

Pengusaha lainnya, H Kasan Basari menambahkan, kenaikan harga minyak goreng memang berdampak terhadap pengusaha yang menjual kerupuk matang. Karena di Desa Kenanga memang banyak pengusaha kerupuk, ada yang menjual mentah dan ada juga yang jual matang atau siap konsumsi.

“Bagi pengusaha kerupuk yang menjual kerupuk matang tentu saja sangat berdampak, dan merugikan mereka,” ungkapnya. (oet)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: