Dari Hobi Menulis, Nur Aisah Raih Dua Penghargaan Yayasan KPPJB

Dari Hobi Menulis, Nur Aisah Raih Dua Penghargaan Yayasan KPPJB

Hobi menulis berbuah manis. Itulah yang dirasakan Hj Nur Aisah SPd MPdI. Ditambah dedikasinya turut memajukan gerakan literasi ditengah masyarakat, Kepala SMP Negeri Satu Atap 2 Haurgeulis ini diganjar dua penghargaan dari Yayasan Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat (KPPJB). Prestasi membanggakan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Indramayu menyambut momentum Hari Guru Nasional 2021.

KHOLIL IBRAHIM, Haurgeulis

UMI Nur, sapaan akrab Hj Nur Aisah SPd MPdI menjadi satu-satunya peserta dari Kabupaten Indramayu yang diundang dalam Prosesi Purna Parasamya Aksara Nugraha, Rabu (17/11).

Sebuah acara pemberian apresiasi bagi para pengajar dan siswa yang telah melahirkan karya tulis dan pengajar yang menggerakkan kegiatan literasi di lingkungan sekitar.

Tak sekadar diundang. Dalam kegiatan bertempat di Hotel Ibis, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung itu, Umi Nur juga menerima dua kategori penghargaan sekaligus. Yakni Parasamya Susastra Nugaraha (pengajar penulis) dan Parasamya Suratma Nugraha (penggerak literasi).

“Bangga dan sangat bersyukur sekali. Ini menjadi kado terindah bagi saya, keluarga dan para pengajar penulis Kabupaten Indramayu menyambut momentum Hari Guru Nasional 2021,” ujarnya kepada Radar Indramayu usai menerima penghargaan.

Bukan tanpa sebab. Mereka yang berhak mendapat dua penghargaan itu melalui seleksi yang sangat ketat. Sehingga dari ribuan pendaftar hanya sebanyak 105 orang yang dipandang layak menerima penghargaan  Parasamya Susastra Nugraha dan 93 orang untuk penghargaan Parasamya Suratma Nugraha.

Peserta bukan hanya dari Jawa Barat saja,  tetapi dari Manado, Kendari, Bangka Belitung, Surabaya, Malang serta daerah lainnya se-Indonesia. Acara Prosesi Purna Parasamya Aksara Nugraha turut dihadiri dan diresmikan oleh Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jabar, Kepala Dinas Pendidikan Jabar serta pejabat terkait literasi dan perpustakaan. 

Penghargaan Parasamya Susastra Nugaraha diperoleh, karena perempuan kelahiran 28 Oktober 1973 ini dinilai produktif dalam menulis. Beberapa buku tunggal di antaranya Sepenggal Kehidupan Anak Desa, Secercah Cahaya Kehidupan dan Peganglah Erat, Wahai Anakku.

Selain buku tunggal dia aktif menulis buku antalogi diantaranya adalah Dermayu Duwe Cerita, Suka Duka BDR, Guru Limited Edition dan Mentari Kini Termenung yang merpakan karya guru-guru SMPN Satap 2 Haurgeulis.

Sementara penghargaan Parasamya Suratma Nugraha atau penggerak literasi diberikan lantaran Umi Nur aktif dalam kegiatan di masyarakat lingkungan sekitar. Umi Nur merupakan pendiri Rumah Tahfiz dan Taman Bacaan Masyarakat. 

“Penghargaan ini semakin memotivasi saya untuk terus berkarya dan selalu menjadi inspiratif bagi para pembaca. Mendorong agar kedepannya makin banyak generasi muda yang gemar membaca dan menulis. Untuk KPPJB semoga terus memotivasi kita para penulis untuk selalu berkarya. Semoga kompetisi tahun depan dapat terlaksa lebih baik lagi dengan jumlah penulis yang lebih banyak,” tuturnya. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: