Darurat, Tanggul Kritis Diperbaiki
Menurutnya, dampak yang terjadi bila tanggul tersebut jebol, dapat merendam areal pemukiman warga di Desa Santing, Muntur dan Desa Losarang. “Jalur pantura bisa terdampak. Karena jaraknya cukup dekat, sekitar 1,5 kilometer,” ujarnya.
Satu lagi lokasi tanggul yang rawan menjadi pemicu banjir yaitu tanggul Kali Tuan di Desa Krimun. Dilaporkan ambles sepanjang sekitar 40 meter. Lokasinya di Blok Majakerta, satu kilometer sebelah selatan dari permukiman penduduk.
Kondisi ini membuat warga disana berada dalam ancaman banjir besar seperti kejadian awal tahun lalu. Apalagi, lokasinya berdekatan dengan tanggul yang sebelumnya pernah jebol yakni di Blok Depok.
“Sejauh ini baru beberapa titik tanggul yang diketahui rawan jebol. Kami dan juga rekan Forkompimcam maupun Pemerintah Desa terus melakukan pemantauan dan mencari solusi agar bencana banjir jangan sampai terjadi lagi,” jelasnya.
Kapolsek Kompol Mashudi menjelaskan, peninjauan tanggul kritis bersama Forkopimcam dan pemdes dilakukan sebagai bentuk implementasi Polri yang presisi.
Dimana jajaran kepolisian harus memiliki prediksi terhadap kondisi situasi yang dapat menimbulkan potensi terjadinya permasalahan dalam kehidupan masyarakat. Seperti terjadinya bencana alam banjir dan sebagainya.
Tak cuma itu, anggota Polri juga dituntut merespon setiap temuan maupun laporan dari masyarakat. Dalam hal tanggul kritis ini, pihaknya tidak hanya melakukan peninjauan. Tetapi turut memberikan dukungan bantuan penanganan darurat. (kho)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

