Jelang Tanam Padi, Petani Gropyokan Tikus
INDRAMAYU- Hama tikus menghantui para petani diwilayah Kecamatan Haurgeulis. Jelang tanam padi musim rendeng. Tak tinggal diam, petani melakukan upaya pengendalian. Lewat gropyokan alias berburu tikus ramai-ramai.
Seperti dilakukan ratusan petani di Desa Sumbermulya, Senin (22/11). Mereka kompak turun kesawah. Penuh semangat. Apalagi Camat Haurgeulis, Dulyono SSos MSi dan para pamong desa turut bergabung bersama mereka.
Demikian pula Kordinator penyuluh pertanian Kecamatan Haurgeulis, Dedi Setiadi beserta para PPL. Bareng-bareng dengan petani dari 9 kelompok, melaksanakan gropyokan secara masif di area garapan masing-masing.
“Dari 9 kelompok tani itu disebar ke masing-masing blok, sesuai dengan area garapan mereka. Jadi gropyokan ini serempak dilahan seluas 538 hektare,” kata Kuwu Sumbermulya Taryono SE didampingi Lurah Subandi Suta Atmaja.
Gropyokan hama tikus menggunakan tiga metode. Yakni pengasapan, agar tikus-tikus yang bersembunyi di dalam sarang keluar dari tempat persembunyiannya. Begitu tikus keluar, petani ramai-ramai mengejarnya dan memukul dengan alat yang telah siaga ditangan. Kemudian metode lainnya yaitu menggali lubang tikus serta menabur racun tikus di area persawahan.
“Gropyokan tikus ini harus dilakukan rutin dan berulang kali agar hama tikus ini bisa berkurang,” ujar Camat Dulyono.
Menurut dia, gropyokan hama tikus ini adalah salah satu langkah untuk mengatasi serangan hama tikus di lahan persawahan, bertujuan untuk pengendalian hama tikus yang akan mengancam tanaman padi saat musim tanam rendeng.
Kedepannya gropyokan tikus akan terus dilakukan oleh petani dan masyarakat. Sebab dengan cara seperti ini dianggap lebih efektif memusnahkan tikus dalam jumlah banyak.
Sementara itu, Kordinator penyuluh pertanian, Dedi Setiadi menyebutkan, seluas 4446 hektare sawah yang terebar di 10 desa se Kecamatan Haurgeulis bersiap melaksanakan percepatan musim tanam padi rendeng.
Sekitar 80 persennya sudah menyelesaikan tahapan pengolahan tanah. Sisanya melakukan persemaian padi. “Musim tanam sudah dimulai. Ketersediaan air sudah cukup. Tinggal sekarang pengendalian hama tikus. Kita dorong supaya petani di desa lainnya juga bisa melaksanakan gropyokan,” terangnya.
Sebab bila tidak segera diantisipasi, serangan hama bisa meluas. Pasalnya, hama tikus ini cepat menyebar. Karena berkembang biaknya juga cepat.
”Perkembangbiakan tikus sangat cepat, jadi kalau tidak melakukan gropyokan secara intensif maka serangan hama tikus nantinya sulit dikendalikan. Jadi langkah tepatnya petani harus gropyokan secara berkesinambungan,” tandasnya. (kho)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

