Nataru, Harga Beras Diprediksi Stabil

Nataru, Harga Beras Diprediksi Stabil

INDRAMAYU-Hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) masih sekitar sebulan lagi. Harga beras diprediksi tetap stabil. Kondisi ini menyusul masih berlangsungnya musim panen padi disejumlah daerah.

Di samping itu, pemerintah konsisten menjaga ketersediaan bahan pangan khususnya stok beras disaat menghadapi Nataru yang bersamaan dengan datangnya musim paceklik.

“Prediksinya tetap stabil. Harga beras kemungkinan besar tidak akan mengalami kenaikan,” kata bandar beras asal Kecamatan Anjatan, Ruston, Selasa (23/11).

Perkiraan itu, ungkapnya, setelah mengamati pergerakan harga gabah dan beras sejak dua bulan terakhir. Kendati musim panen raya di Kabupaten Indramayu hampir tuntas, harga gabah cenderung stagnan.

Harga gabah basah di tingkat petani saat ini di kisaran Rp4600-4700/kg. Sedangkan harga gabah kering siap giling sekitar Rp5200-5500/kg bergantung kualitas. Sementara harga beras kualitas super di angka Rp8600. Relatif stabil bahkan mengalami penurunan.

“Harga gabah kan lihat harga berasnya. Kalau beras stabil, harga gabah juga sama,” ujarnya.

Menurut Ruston, stabilnya harga gabah maupun beras juga disebabkan musim panen padi yang terus berlanjut. Setelah di wilayah Kabupaten Indramayu, menyusul panen padi di wilayah Kabupaten Karawang. “Jadi disini selesai panen, di daerah lain baru mulai. Panennya gak putus-putus,” lanjutnya.

Dari informasi yang diterimanya, stok beras di pabrik penggilingan padi sampai saat ini berada dalam kondisi cukup aman.

Ketersediaan stok ini pun masih didukung dengan kegiatan penyerapan gabah yang masih terus berlangsung sampai akhir tahun.

Di sisi lain, bandar beras maupun pabrik penggilingan padi mulai mengurangi pengiriman ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta Timur.

Penyebabnya, harga beli beras disana dinilai kurang menguntungkan pemasok gara-gara pasokan melimpah. Hingga pada akhirnya, para bandar beras memilih memasarkan produk diwilayah masing-masing. (kho)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: