BUMDes Bintang Kerti Sukses Bertani Tebu
INDRAMAYU – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) “Bintang Kerti” Desa Kerticala Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu sukses dalam melakukan usaha bertani tebu. Mereka menepis anggapan orang selama ini, yang mengatakan bahwa bertani padi lebih baik dibandingkan menanam tebu.
Ketua BUMDes Bintang Kerti, Fityanul Hakim bahkan mengatakan bahwa menanam tebu ternyata lebih menguntungkan dibandingkan menanam padi. “Dari sisi biaya produksi maupun pemeliharaan lebih mudah dan murah. Keuntungan bersih dari menanam tebu juga lebih tinggi dibandingkan menanam padi,” ungkap Hakim kepada Radar, Rabu (24/11).
Fityanul Hakim mengungkapkan, di Desa Kerticala tidak semua orang memiliki sawah. Jadi ketika ada penawaran program kemitraan dengan PG Rajawali untuk menanam tebu, sangat membantu masyarakat. Masyarakat yang awalnya tidak memiliki pekerjaan tetap, akhirnya bisa memperoleh penghasilan dengan ikut menanam tebu.
Dikatakan, sejak adanya kemitraan yang dimulai pada musim tanam 2018/2019, saat ini sudah ada 150 orang petani yang bergabung. Sementara luas lahan yang digarap di Desa Kerticala Kecamatan Tukdana mencapai 300 hektar, atau untuk satu petani bisa mengolah 2 hektar.
Dari sisi keuntungan, Hakim mengatakan bahwa untuk satu kali panen keuntungan bersih rata-rata bisa mencapau Rp20 juta per hektar. Bahkan pernah ada yang memperoleh keuntungan hingga Rp30 juta per hektar.
Meski demikian, untuk panen perdana hasil keuntungan bersih memang tidak sebesar itu. Karena untuk panen perdana memang biaya produksi dan pemeliharaan yang dikeluarkan lebih besar dibandingkan ketika panen kedua dan seterusnya.
Di tahap awal ada biaya untuk mengolah tanah seperti pembajakan. Kemudian biaya pembelian bibit, pupuk, pestisida, dan yang lainnya. Sementara untuk panen kedua dan selanjutnya, tidak ada lagi biaya bajak sawah maupun pembelian bibit, sehingga keuntungan bersih lebih besar.
Hakim mengungkapkan, awalnya tertarik untuk menanam tebu ketika mendengar cerita dari mantan karyawan pabrik gula, yang mengatakan bahwa menanam tebu itu keuntungannya lumayan. Akhirnya ketika ada penawaran program kemitraan dari PG Rajawali, ia bersama BUMDes memutuskan untuk bergabung hingga saat ini.
“Alhamdulillah sampai saat ini kami bersama para petani lainnya bisa menikmati manisnya bertani tebu, melalui program kemitraan ini,” ujar Hakim.
Salah seorang petani tebu, Darman (42), juga mengakui kalau dirinya sangat menikmati hasilnya dengan bertani tebu. Sebab biaya produksi dan pemeliharaan ternyata lebih murah dibandingkan ketika menanam padi. Sementara keuntungan atau penghasilan yang didapatkan justru lebih besar.(oet)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

