Melihat Persiapan SMKN 1 Gantar Menggelar PTM Terbatas 100 Persen
Sejumlah SMA/SMK di Bumi Wiralodra bersiap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas 100 persen pada semester genap tahun pelajaran 2021/2022. Salah satunya SMKN 1 Gantar. Bagaimana respon orang tua? Dan, bagaimana persiapannya?
KHOLIL IBRAHIM, Gantar
SEKOLAH kejuruan favorit di wilayah barat Kabupaten Indramayu yang terletak di Jalan Raya Haurgeulis-Gantar KM 06 ini terus melakukan persiapan. Salah satunya meminta pertimbangan dari orang tua. Respons orang tua cukup positif.
Bahkan, mereka memberikan dukungan penuh untuk digelar PTM terbatas 100 persen. Dukungan disampaikan saat acara sosialisasi rencana penerapan PTMT 100 persen di SMKN 1 Gantar, Kamis (6/1).
Eka, orang tua siswa kelas XI menyambut baik kembali digelarnya belajar tatap muka 100 persen di SMKN 1 Gantar. Walau diakuinya, masih ada kekhawatiran terhadap anaknya ditengah munculnya varian baru Omicron yang menyebar lebih cepat.
Tapi ia percaya, pihak sekolah akan lebih memperketat penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 dari sebelumnya. “Selama ini penerapan prokesnya sudah sangat baik. Tidak muncul klaster sekolah. Jadi kita setuju, siap mendukung,” katanya.
Senada disampaikan Setiawan, orang tua murid lainnya. Dia menilai, penerapan PTM 100 persen sudah tepat. Sebab belajar offline di sekolah lebih optimal ketimbang online. Di samping itu, anaknya juga butuh berinteraksi bersama teman di sekolah.
“Saya rasakan selama belajar daring dirumah kurang efektif. Anak saya gampang jenuh. Daya tangkap ilmunya tidak maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Gantar, Jawan Hermanto SPd MSi menjelaskan, PTM Terbatas dengan kapasitas siswa 100 persen akan dimulai pada Senin depan (10/1). Bersamaan dengan hari pertama Semester Genap tahun pelajaran 2021/2022.
Kebijakan PTMT 100 persen sendiri merefleksikan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang diputuskan 21 Desember 2021. Berisi tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.
\"PTM Terbatas dilaksanakan setiap hari dari Senin sampai Jumat. Jumlah peserta didik dapat 100 persen dari kapasitas ruang kelas dengan lama belajar yaitu 6 jam pelajaran per hari. Jadi yang dibatasi adalah durasi jam belajarnya,” terang dia.
Pihaknya optimis, PTMT 100 persen di SMKN 1 Gantar bakal berjalan dengan baik. Sebab, segala sesuatunya sudah dipersiapkan secara matang. Seperti fasilitas prokes hingga vaksinasi dosis kedua siswa maupun tenaga pendidik yang sudah mencapai 80 persen lebih.
Ditambah lagi, meski 100 persen, kehadiran siswa di sekolah tidak akan full. Sebab pelajar kelas XII saat ini sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan atau PKL. “Hanya siswa kelas X dan XI saja nantinya yang belajar di sekolah. Siswa kelas XII sedang PKL. Jadi kehadiran siswa di sekolah masih seperti sebelumnya,” jelas dia.
Selama pelaksanaan PTMT 100 persen, pihaknya mewajibkan seluruh warga sekolah untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Terlebih bagi mereka yang belum divaksinasi lantaran terkendala riwayat kesehatannya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

