PDIP Pasang Badan Bela Bupati Nina
INDRAMAYU - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Indramayu, menyampaikan sikap politiknya terkait adanya usulan interpelasi anggota DPRD Kabupaten Indramayu kepada Bupati Indramayu, Hj, Nina Agustina. PDIP akan pasang badan melakukan pembelaan kepada Nina Agustina, yang merupakan kader PDIP.
Sikap politik partai berlambang banteng moncong putih tersebut disampaikan Ketua DPC PDIP Kabupaten Indramayu, H. Sirojudin, kepada Radar Indramayu, Rabu (18/9).
Sirojudin mengatakan, memberikan pembelaan kepada Bupati Nina, merupakan kewajiban partai, dikarenakan PDIP sebagai partai pengusung Hj Nina Agustina di kontestasi Pilkada 2020 lalu hingga menjadi Bupati Indramayu.
\" Ini adalah sikap politik kami PDIP untuk membela kader partainya atau partai pengusung Ibu Nina Agustina. Kami DPC PDIP Indramayu akan pasang badan dalam melakukan pembelaan,\" tegasnya
Sirojudin yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, mengatakan, partai melalui Fraksi PDiP sudah mencoba melakukan komunikasi dengan Anggota DPRD Fraksi Partai lain. PDIP berharap interpelasi tidak dilakukan.
\" Usulan interpelasi ini sebenarnya terjadi hanya karena adanya komunikasi yang terhambat antara pihak legislatif dan eksekutif. Kami PDIP melakukan upaya untuk membuka hambatan komunikasi tersebut. Karena jika tidak dilakukan seperti itu, ini akan berimbas pada kinerja Bupati dan pelaksanaan program program yang telah dicanangkan. Dampaknya ya tetap masyarakat,\" ujarnya
Ia menyampaikan, bahwa Hj, Nina Agustina menjabat Bupati baru genap satu tahun. Dengan waktu tersebut tentunya belum bisa mengocover semua program yang dicanangkan. Selain itu, jika Bupati Nina selama menjabat terdapat kekeliruan, alangkah baiknya dikomunikasikan dengan baik agar tidak menghambat proses pembangunan di Indramayu.
Lembaga legiatif akan melakukan Interpelasi kepada eksekutif, yakni Bupati Indramayu, karena adanya usulan dari 38 Anggota DPRD Indramayu, dan kini bertambah satu menjadi 39 Aleg.
Ke 39 anggota legislatif tersebut terdiri dari Fraksi Partai Golkar sebanyak 22 orang, Fraksi PKB 6 orang, Fraksi Partai Gerindra 4 orang, Fraksi Partai Demokrat-Perindo 3 orang, dan Fraksi Merah Putih sebanyak 4 orang.
Sedangkan Fraksi PDI Perjuangan, tidak ada yang menandatangani usulan hak interpelasi tersebut.
Ditempat terpisah, Bupati Indramayu Hj Nina Agustina SH MH CRA, saat dimintai tanggapannya terkait rencana interpelasi anggota dewan, mengatakan, selama ini antara eksekutif denga. Legislatif tidak memiliki persoalan. Kedua lembaga tersebut biasa biasa saja dan tetap sinergis. Karena, kata Nina, bahwa legislatif dan eksekutif layaknya suami istri, selalu beriringan dan harmonis.
\" Kami ini baik baik saja kok. Kalaupun terlihat dari luar seakan ada kekisruhan, itu merupakan dinamika dalam bahtera rumah tangga. Yang jelas kami berdua, eksekutif dan legislatif masih tetap harmonis. Namun, walaupun interpelasi itu adalah hak anggota legislatif dan bagian dari demokrasi, kita harapkan jangan sampai terjadi,\" ujarnya.
Bupati Nina, mengatakan, program pembangunan yang tengah dijalankan Pemkab Indramayu, harus didukung semua pihak, salah satunya DPRD. Karena adanya dukungan tersebut akan dapat memberikan kelancaran pelaksanaan program yang tentunya manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Indramayu.
\" Ini yang paling penting. Karena kepentingan masyarakat yang harus kita dahulukan. Kalaupun sekiranya ada kekeliruan, saya sebagai manusia jelas memiliki kekurangan. Manusia tidak ada yang sempurna, yang sempurna hanya Allah SWT. Mari kita duduk bersama, bersama membahas untuk Indramayu yang lebih baik dan bermartabat,\" ungkapnya.
Disampaikannya, usulan interpelasi terkait sejumlah persoalan di lingkungan Pemkab Indramayu, menurutnya telah diklarifikasi oleh Kepala Organisasi Perangkat Dinas (OPD) terkait. Ia berharap, persoalan ini tidak berlarut yang tentunya bisa menghambat proses pembangunan di Kabupaten Indramayu.
“Mudah-mudahan ini tidak menjadi permasalahan yang panjang. Karena saya pikir ini hanya masalah miskomunikasi saja,” pungkasnya.(Kom)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

