Selain Belajar Mengaji juga Ada Materi Tentang Kesehatan
Lastri Mulyani, relawan Rumah Zakat dari Desa Berdaya Tegalurung Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu, tak pernah henti dalam berinovasi. Terutama bagaimana caranya untuk memberdayakan kaum lansia. Di bulan Ramadan 1443H ini, ia kembali menggelar Pesantren Ramadan lansia.
UTOYO PRIE ACHDI, Balongan
SIANG itu, Senin (11/4), di sebuah ruangan sederhana milik Lastri Mulyani, di atas alas tikar dan karpet, tampak sejumlah lansia tengah asyik membaca Alquran. Ada yang membaca dengan suara pelan. Ada juga yang agak samar-samar. Mereka adalah peserta Pesantren Ramadan Lansia. Sebagian besar adalah warga Desa Tegalurung.
Mereka antusias untuk mengikuti Pesantren Ramadan Lansia. Ada yang datang sendiri, diantar keluarga, hingga dijemput ojek lansia. Ojek lansia adalah ojek dari kader perempuan Rumah Zakat, yang bertugas menjemput lansia yang tempat tinggalnya jauh, untuk menghadir berbagai kegiatan. Salah satunya adalah kegiatan pesantren lansia ini.
Dalam pesantren lansia kali ini, dibagi menjadi dua kelompok peserta. Pertama adalah kelompok Iqra, bagi mereka yang belum bisa membaca Alquran ada 21 orang. Kemudian kelompok Alquran, yaitu bagi mereka yang sudah bisa membaca Alquran, ada 15 orang.
Untuk kelompok kedua ini diharapkan bisa khatam Alquran di akhir kegiatan. Selain itu, mereka juga ada program hafalan Surat Kahfi.
Lastri menjelaskan, tujuan utama kegiatan Pesantren Ramadan Lansia ini adalah untuk memberdayakan para lansia, khususnya di bulan Ramadan ini. Daripada mereka tidak produktif dan hanya tinggal di rumah, bahkan hanya tidur-tiduran. Lebih baik mereka diberdayakan, diberikan tambahan ilmu. Baik ilmu agama maupun pengetahuan lainnya seperti masalah kesehatan.
“Setahu saya selama ini kegiatan pesantren hanya diikuti oleh anak-anak. Kemudian di masjid-masjid kegiatan baca Alquran juga belum menyentuh ibu-ibu lansia ini. Jadi saya memang ingin membuat yang beda, yaitu Pesantren Ramadan Lansia,” ujar Lastri.
Lastri berharap, kegiatan Pesantren Ramadan Lansia yang digelar selama 10 hari ini akab memberikan dampak positif. Selain mendapatkan pahala di bulan Ramadan, juga bisa meningkatkan kemampuan mereka dalam membaca Alquran.
Selain materi tentang Alquran, dalam pesantren ini juga menghadirkan narasumber dari luar. Diantaranya dari Puskesmas Balongan yang memberikan materi seputar kesehatan dan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

