INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID — Kawasan wisata yang dulu dikenal sebagai Pantai Karangsong kini tampil dengan identitas baru: Pantai Kasih (Karangsong Indah).
Nama baru ini mengiringi babak baru pengelolaan kawasan pesisir Desa Karangsong, Kecamatan Indramayu, yang tengah berupaya bangkit di tengah dampak abrasi yang selama beberapa tahun terakhir menggerus garis pantainya.
Ketika pengunjung tiba dilokasi akan disuguhkan pemandangan sejumlah bekas gazebo dan bangunan kayu-bambu yang kini berdiri terendam air laut, terpisah dari daratan utama akibat garis pantai yang terus mundur.
Di beberapa titik, pagar bambu dan panggung kayu tampak miring dan sebagian tertimbun pasir, sementara serakan sampah organik maupun anorganik terlihat di sepanjang bibir pantai, terutama di area yang paling dekat dengan hantaman ombak.
Di sisi lain, sejumlah warung yang masih beroperasi tampak tetap melayani pengunjung dengan menjajakan makanan ringan, minuman kemasan, hingga alat mandi, dan menyewakan pelampung serta mainan pantai untuk anak-anak. Papan nama besar bertuliskan "Wisata Pantai Karangsong" juga masih berdiri di area muka lokasi, menandakan jejak identitas lama kawasan ini.
BACA JUGA:Diskanla Indramayu: Normalisasi Muara Karangsong Kewenangan Pusat, Usulan ke Kementerian PUPR Masih Ditunggu
Pengelola Pantai Kasih, Rantono menjelaskan, tim pengelola saat ini merupakan pengelola baru yang mulai merintis kawasan tersebut sejak pertengahan November 2025 — belum genap setahun setelah sebelumnya lokasi ini sempat dibiarkan rusak parah tanpa kejelasan pengelola.
“Kami pengelola baru di sini, belum ada setahun, mulainya dari pertengahan bulan sebelas tahun 2025. Itu juga rintis awalnya, tadinya nggak kayak gini, Mas. Tadinya rusak parah,” ujarnya, Kamis (30/7/2026)
Ia menjelaskan, proses pembersihan dan penataan ulang kawasan yang rusak parah tersebut memakan waktu sekitar tiga bulan lebih sebelum akhirnya bisa dibuka kembali untuk umum.
Rantono mengungkapkan, kerusakan sejumlah bangunan yang masih tampak di kawasan itu merupakan warisan dari kondisi sebelum masa pengelolaannya. Ia menyebut abrasi yang menghantam garis pantai dalam beberapa tahun terakhir turut berimbas pada menurunnya jumlah pengunjung.
BACA JUGA:AKBP Prianggo PM Resmi Jabat Kapolres Indramayu, Tekankan Pelayanan Cepat dan Soliditas Internal
“Pengurusnya pedagang, pedagang lama. Cuma beberapa tahun kemarin kena abrasi, sepi pengunjung, keadaannya nggak memungkinkan. Jadi pedagang itu satu per satu ditinggal,” katanya.
Meski demikian, ia menyebut masih ada sebagian pedagang lama yang bertahan hingga kini, salah satunya warung "Batarya Pung" yang menurutnya sudah beroperasi cukup lama dan masih berjualan sampai sekarang. Rantono juga menyebut ada satu keluarga yang sempat tinggal menetap di kawasan pantai, meski saat ini sudah tidak lagi menginap dan hanya datang pada jam-jam tertentu.
Salah satu tantangannya adalah menjaga kepercayaan pengunjung, termasuk sebagian yang sempat merasa kondisi pantai belum sesuai harapan setelah membayar tiket masuk.
“Kadang-kadang datang, balik lagi. Apalagi udah beli tiket, kadang-kadang gak ada apa-apa,” jelasnya.
BACA JUGA:Damkar Indramayu Siaga 24 Jam, Kebakaran Meningkat Saat Musim Kemarau
Ia mengungkapkan timnya rutin membersihkan kawasan pantai dari ujung ke ujung setiap pagi dengan melibatkan sekitar 4 hingga 20 orang, karena sampah kembali menumpuk setiap sore saat air laut pasang. Menurut Rantono, ada momen ketika seorang pengunjung sempat hendak mengunggah keluhan soal kondisi pantai yang kotor ke media sosial.
“Kemarin saya tangkap tangan itu, jangan dulu di-upload, saya bilang. Kalau Mbak besok pagi jam 10 masih kayak gini, boleh di-upload. Karena kami tiap hari, tiap pagi itu kita cleaning, sampah-sampah sampai ujung jembatan bersih,” ujar dia.
Rantono menyebut pihaknya menerapkan kebijakan yang fleksibel terhadap pengunjung yang datang dan mendapati kondisi pantai belum sesuai ekspektasi. Ia mengaku pengelola selalu memberi tahu kondisi pantai terlebih dahulu sebelum pengunjung memutuskan masuk.
"Kalau kita masyarakat lokal itu, masyarakat lokal Karangsong itu di sini wajib gratis. Yang penting mereka datang, sopan izin, mau masuk mau enggak, nggak harus bayar," katanya.
BACA JUGA:Cegah Aksi Meresahkan yang Melibatkan Remaja, Polsek Balongan Ajak Masyarakat Perhatikan Pergaulan Anak
Terkait rencana perbaikan, Rantono menyebut sudah ada survei dari Balai Wilayah Sungai (BWS), meski belum ada kepastian waktu realisasi. Ia berharap ke depan tersedia fasilitas tambahan seperti spot foto dan gazebo di sepanjang pantai, namun hal itu bergantung pada kepastian lahan yang tidak lagi terdampak pasang air laut.
"Insya Allah, Mas, kalau ada bantuan dari mana-mana mungkin bisa, kami berharap dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak dapat membantu Pantai Kasih kembali ramai dikunjungi wisatawan, sekaligus mengajak masyarakat Indramayu, khususnya warga lokal Karangsong, untuk kembali menjadikan pantai ini sebagai destinasi kunjungan,” pungkasnya.
Penulis: Sultan, Zidan, Alleya, Aini mahasiswa PPL di Radar Indramayu.