Memanas, SBMI Pastikan Perlindungan WNI di Kawasan Timur Tengah

Senin 02-03-2026,14:54 WIB
Reporter : Anang Syahroni
Editor : Leni indarti hasyim

INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID – Memanasnya situasi di Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke Iran beberapa hari lalu, Bahkan Orang juga melakukan serangan balasan yang menyasar pangkalan militer AS yang berada di wilayah Timur Tengah.

Hal ini menjadi perhatian serius dari Pemerintah RI yang berupaya memberikan perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di negara Timur Tengah, bahkan kondisi darurat ini, menjadi perhatian Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) menyarankan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di negara Timur Tengah agar segera mengunduh aplikasi "safe travel".

Sekretaris Jenderal SBMI, Juwarih, konflik yang sedang terjadi di kawasan Timur Tengah menjadi perhatian serius semua negera, termasuk Pemerintah Indonesia yang berupaya melakukan perlindungan kepada WNI yang berada di kawasan tersebut, salah satunya dari Kementrian Luar Negeri (Kemenlu)  RI  dengan menyediakan layanan aplikasi safe travel.

Fitur di dalamnya diyakini bisa membantu negara mendeteksi keberadaan WNI di tengah ancaman konflik yang sedang terjadi di kawasan tersebut, sehingga aplikasi tersebut sangat penting diunduh para WNI.

BACA JUGA:Petugas SAR Gabungan Lakukan Pencarian 4 ABK Hilang di Perairan Pulau Biawak

“Aplikasi ini (safe travel, red) sebenarnya sudah lama ya, untuk itu lami sarankan agar para pekerja migran atau WNI kita yang ada di Iran segera men-download aplikasi Safe Travel dan menginformasikan keberadaannya kepada perwakilan kita di sana,” ucap Juwarih saat dihubungi, Senin (2/3/2026).

Situasi dan kondisi kawasan tersebut, sambung Juwarih, membuat nasib Pekerja Migran Indonesia (PMI) di wilayah konflik menjadi sorotan SBMI. Secara aturan resmi, Indonesia sebenarnya tidak memiliki penempatan pekerja migran ke Iran. Tapi pada faktanya, ada juga pekerja migran di sana, sebagian besarnya berstatus unprosedural.

"Secara resmi tidak ada penempatan PMI ke Iran, tapi secara faktanya di sana itu ada. Terkait jumlah, jangankan kami, pemerintah juga tidak punya data resminya karena unprosedural,” ujarnya.

Saat ini SBMI sendiri juga sudah melakukan pelacakan atau tracking lewat media sosial maupun pemberitaan setelah mendapat kabar serangan Israel-AS ke Iran. Hingga saat ini hasilnya, belum ada laporan WNI asal Jawa Barat maupun Indramayu secara khusus yang menjadi korban ataupun terjebak di areal konflik tersebut.

BACA JUGA:Warga Longok Serbu Bazar Murah dan UMKM Jelang Berbuka, Dukung Ekonomi Desa

Meski demikian, SBMI memastikan akan langsung turun tangan melakukan advokasi jika ada WNI yang terdampak. Sebagai langkah antisipasi, SBMI mendesak Kemlu dan KBRI di Iran untuk memperketat pengawasan dan memberikan imbauan rutin kepada para WNI.

"Karena sudah menjadi kewajiban negara memberikan perlindungan untuk warga negaranya di luar negeri, dan kita siap secara langsung mengadvokasi jika ada WNI yang terdampak akibat konflik di kawasan Timur Tengah,” jelas Juwarih. (oni)

Kategori :