INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID - Burbacek, singkatan dari bubur, rumbah, dan cecek, menjadi salah satu kuliner khas Indramayu yang banyak diburu saat bulan suci Ramadan.
Perpaduan rasa gurih dan pedas yang kuat, menjadikan hidangan ini menjadi pilihan favorit masyarakat, terutama pecinta makanan bercita rasa pedas.
Kuliner ini terdiri dari tiga komponen utama. Bubur sebagai dasar, kemudian rumbah, sayuran berbahan campuran kangkung dan tauge yang disiram sambal kacang, serta cecek, yakni olahan kikil sapi yang dimasak dengan bumbu dan taburan parutan kelapa.
Kombinasi ketiganya menghadirkan cita rasa unik yang menggugah selera.
Perpaduan bubur yang lembut, rumbah yang segar dan pedas, serta cecek yang gurih, menciptakan sensasi rasa yang khas.
Tak heran jika burbacek cukup populer di kalangan masyarakat Indramayu dan kerap menjadi menu andalan saat berbuka puasa.
Salah satu penjual burbacek yang menjadi favorit warga adalah Burbacek Makam 25 yang berlokasi di Jalan Dharma Ayu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Warung ini berada di jalan yang cukup sempit, sekitar selebar dua minibus, dan tepat di depan kompleks tempat pemakaman umum (TPU) yang dikenal dengan sebutan Makam Selawe (25).
Pemilik warung, Nani, mengaku telah puluhan tahun berjualan burbacek dan menjadi salah satu perintis kuliner khas tersebut. Pada hari biasa di luar Ramadan, warungnya selalu ramai pembeli, mulai dari masyarakat umum hingga kalangan ASN dan karyawan swasta yang datang saat jam makan siang.
Memasuki bulan Ramadan, Nani melayani pembelian untuk dibawa pulang (take away) sejak pukul 12.00 hingga menjelang waktu berbuka puasa. Ia juga menerima pesanan untuk menu berbuka.
BACA JUGA:Run The City by Grand Filano Jadi Cara Baru Anak Muda untuk Menikmati Olahraga Sambil Hangout Bareng
“Alhamdulillah, banyak pesanan untuk buka puasa. Selain burbacek, kami juga menyediakan aneka menu berbuka lainnya seperti gorengan, aneka pepesan, dan kolak,” ujar Nani, Minggu (1/3).
Harga yang ditawarkan pun terjangkau, yakni Rp10 ribu per porsi. Konsumen juga dapat menambahkan pelengkap seperti gorengan dan pepesan sesuai selera.
“Untuk menu berbuka biasanya burbacek kami kemas satu per satu karena tidak dimakan di tempat. Selama Ramadan, kami buka setelah Duhur sampai sore. Kalau habis lebih awal, ya tutup lebih awal,” tambahnya.
Salah satu pelanggan, Nurohman (30), mengaku sudah lama menjadi penikmat setia burbacek. Baginya, kelezatan hidangan ini terletak pada perpaduan rasa yang lengkap dalam satu sajian.
BACA JUGA:Baru Usai Touring Indonesia-Mekkah, Om Daeng Kembali Touring Ribuan Kilometer Jelajah Sulawesi