INDRAMAYU, RADARINDRAMAYU.ID - Ibadah Salat Tarawih menjadi rutinitas umat Muslim setiap malam selama bulan Ramadan.
Salat sunnah yang dikerjakan berjamaah setelah Salat Isya ini umumnya memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk menyelesaikan 23 rakaat.
Namun, pemandangan berbeda terlihat di Pondok Pesantren Al-Quraniyah yang berlokasi di Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.
Di pesantren tersebut, jemaah mampu menuntaskan 23 rakaat Salat Tarawih hanya dalam waktu sekitar tujuh menit.
BACA JUGA:Edukasi dan Literasi Keuangan Masyarakat, OJK Luncurkan Program Takon di Indramayu
Tradisi Tarawih kilat ini bahkan telah berlangsung selama 17 tahun dan menjadi ciri khas pesantren tersebut. Pelaksanaan salat dengan tempo cepat itu digelar di pelataran masjid.
Sementara di ruang utama masjid, tetap dilaksanakan Salat Tarawih dengan tempo normal seperti pada umumnya.
Ketua Yayasan Ponpes Al-Quraniyah, KH Azun Mauzun menjelaskan, tradisi tersebut terus dipertahankan karena sudah menjadi bagian dari kebiasaan turun-temurun di lingkungan pesantren.
“Tradisi Tarawih kilat masih tetap kami lestarikan. Ini sudah ada sejak lama dan menjadi bagian dari tradisi pesantren. Sehingga setiap tahun kami pertahankan,” ujar Kiai Azun, Rabu (25/2/2026).
BACA JUGA:Bupati Lucky Sidak Pasar Jatibarang, Pastikan Stok Sembako Aman dan Harga Terjangkau
Ia tidak menampik bahwa pelaksanaan Salat Tarawih super cepat tersebut kerap menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Meski demikian, menurutnya, pelaksanaan ibadah tetap memenuhi rukun dan syarat sah salat.
Kiai Azun menegaskan, Tarawih kilat diperuntukkan bagi jemaah yang ingin mengikutinya, terutama kalangan remaja dan pemuda agar lebih termotivasi menjalankan ibadah di bulan Ramadan.
Dalam pelaksanaannya, bacaan tetap sesuai kaidah, termasuk tajwid dan surah pendek yang dibaca. Sementara rukun-rukun salat tetap terpenuhi.
“Bacaan tetap seperti biasa, ada tajwidnya, ada surahnya, dan rukunnya juga terpenuhi. Perlu ditegaskan, salat cepat ini hanya untuk Salat Sunnah Tarawih dan Witir. Untuk salat fardu tetap dilaksanakan seperti biasa,” jelasnya.
BACA JUGA:Selang Tabung LPG 3 Kg Bocor Saat Memasak, Dapur Warga Karangsong Kebakaran